Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wapres Gibran Kembali ke Sumut, Tinjau Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor
Advertisement . Scroll to see content

Wapres Gibran Datang ke SMAN 1 Barus Tapteng, Pastikan Pemulihan Pendidikan Pascabencana

Jumat, 04 September 2026 - 13:49:00 WIB
Wapres Gibran Datang ke SMAN 1 Barus Tapteng, Pastikan Pemulihan Pendidikan Pascabencana
Wapres Gibran Rakabuming meninjau SMAN 1 Barus, Tapanuli Tengah, yang terdampak banjir dan memastikan fasilitas pendidikan kembali pulih. (Foto: laman Wapresri)
Advertisement . Scroll to see content

TAPANULI TENGAH, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung kondisi SMA Negeri 1 Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan kembali berjalan setelah sekolah terdampak banjir besar.

SMAN 1 Barus menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan akibat banjir pada November 2025. Luapan Sungai Aek Sirahar membuat air masuk ke area sekolah dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Akibat banjir tersebut, berbagai fasilitas sekolah rusak dan tidak dapat diselamatkan. Buku pelajaran, komputer, laptop, meja, kursi, hingga perlengkapan belajar mengajar terendam lumpur dan air.

Kondisi itu sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar para siswa. Namun, kegiatan pendidikan tetap berjalan berkat semangat para guru dan siswa di tengah keterbatasan fasilitas.

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran mengapresiasi keteguhan para tenaga pendidik dan siswa yang tetap menjalankan proses belajar meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih.

“Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” kata Wapres.

Salah seorang guru kelas 12 SMAN 1 Barus, Widiawati, menceritakan kondisi sekolah saat banjir menerjang. Menurut dia, air mulai masuk ke area sekolah pada sore hari dan meningkat hingga malam.

“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ujar Widiawati.

“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” ucapnya lagi.

Kerusakan fasilitas juga dirasakan langsung oleh para siswa. Febby Pratama Syafriani, siswa kelas 12, berharap pemerintah membantu pengadaan kembali fasilitas pendukung pembelajaran.

“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakulikuler kami juga difasilitasi,” kata Febby.

Menjawab kebutuhan tersebut, Wapres memberikan sejumlah bantuan berupa laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, serta perlengkapan pendukung kegiatan belajar mengajar.

Selain menyerahkan bantuan, Wapres juga meminta jajaran terkait melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan pendidikan di sekolah tersebut dapat terpenuhi.

Bagi pemerintah, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara aman dan produktif.

Pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas agar anak-anak terdampak bencana tetap mendapatkan hak belajar dan memiliki ruang untuk kembali mengejar cita-cita.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut