Kulonprogo Rawan Longsor, 12 Longsoran Terjadi November Ini
KULONPROGO, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana alam yang kerap terjadi di Kulonprogo. Selama November ini, sudah ada 12 titik longsoran bencana. Padahal puncak musim penghujan diprediksi akan terjadi antara Desember sampai dengan Januari 2018.
"Musim penghujan selalu rawan bencana tanah longsor, banjir, angin ribut dan petir yang harus diwaspadai," kata Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono Rabu (22/12/3017).
Menghadapi bencana tanah longsor, BPBD sudah melakukan assesment, bantuan logistik, peralatan dan menerjunkan sumber daya manusia (SDM) untuk turut kerja bakti bersama warga di lokasi bencana. "Kita sudah pasang 97 Early Warning System (EWS) sebagai alat peringatan dini di lokasi rawan longsor,” tuturnya.
Kepala kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (BMKG DIY), Djoko Budiyanto mengatakan, dalam tiga hari ke depan, ada potensi munculnya hujan dengan intensitas tinggi, di sejumlah wilayah DIY. Pernah dalam satu hari, curah hujan masuk dalam ketegori sedang-lebat 40-70 milimeter. Sedangkan kecepatan angin mencapai 30 Kilometer/jam, dan suhu udara berkisar 21-32 derajat selsius, dengan kelembaban 70-95%.
"Dalam dua sampai tiga hari ini, berpotensi turun hujan lebat, disertai petir dan angin kencang di DIY bagian utara dan tengah seperti Kulonprogo bagian utara, Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara," katanya.
Editor: Himas Puspito Putra