Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Lampung Sikat 75 Kasus Kejahatan Jalanan dalam 18 Hari, 95 Tersangka Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Tekan Kasus Kejahatan Jalanan di Yogyakarta, JPW: Alumni Sekolah Harus Dilibatkan

Minggu, 17 April 2022 - 14:36:00 WIB
Tekan Kasus Kejahatan Jalanan di Yogyakarta, JPW: Alumni Sekolah Harus Dilibatkan
Barang bukti kasus kejahatan jalanan alias klitih di Jalan Gedongkuning Yogyakarta. (Foto : Ist)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Pelaku kejahatan jalanan di Yogyakarta banyak melibatkan anak-anak remaja yang masih di bawah umur. Sebagian besar merupakan pelajar, sehingga alumni atau senior harus dilibatkan untuk menekan kasus ini. 

Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba mengatakan, kejahatan jalanan yang kerap disebut dengan aksi klitih harus dihentikan. Persoalan ini tidak hanya menjadi tanggungjawab kepolisian, namun juga pemerintah kabupaten/kota dan lembaga pendidikan. 

“Salah satu cara untuk memutus mata rantai kejahatan jalanan atau klithih ini, di antaranya dengan melakukan pemetaan dan pendataan para alumni atau senior,” katanya, Minggu (17/4/2022). 

Senior masih memiliki peran penting terbentuknya geng sekolah. Mereka kerap berkomunikasi dengan junior agar geng sekolah ini tetap ada. Silaturahmi kepada alumni butuh waktu yang tidak sebentar dan tidak bisa langsung seketika.  

Selain itu, pemerintah setempat dapat menawarkan kegiatan ekonomi dengan melibatkan senior. Di sinilah pemerintah bisa berkomunikasi dengan alumni dari hati ke hati. 
 
"Para senior ini diharapkan membantu pemerintah untuk menekan aksi-aksi klithih di Yogyakarta. Kegiatan ini harus dimonitoring dan evaluasi atau monev secara berkala," ujarnya.

Keberadaan senior, kerap ditakuti oleh para pelaku kejaharan. Junior akan lebih patuh dengan senior dari pada dengan orang tua atau sekolah dalam penanganan kasus tertentu. Apalagi salah satu penyebab munculnya aksi klithih adalah adanya peran alumni atau senior  di sekolah. 

Menurut Kamba, aksi klithih dalam dua pekan terakhir  ini mendapat banyak sorotan dari masyarakat pasca meninggalnya Daffa Adzin Albasith seorang pelajar SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, pada Minggu (3/4/2022) lalu.

Hingga kini Pemda DIY sedang menggodok sekolah khusus untuk menampung remaja pelaku kejahatan jalanan. Mereka yang sulit ditangani keluarga dan sekolah akan ditampung untuk dilakukan pembinaan. Harapannya sekolah khusus ini tidak hanya menitikberatkan pada sisi akademik namun  perubahan perilaku juga. 

“JPW sangat mendukung langkah pemkab dalam mengatasi kejahatan jalanan, yang mencoreng citra Yogyakarta sebagai kota pelajar, kota budaya dan kota wisata,” katanya.  

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut