Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Apriyani Rahayu Bongkar Alasan Sebenarnya Menghilang usai Olimpiade Paris 2024
Advertisement . Scroll to see content

2 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Bela Negara Lain di Olimpiade Tokyo, Ada Rekan Gronya Somerville

Minggu, 25 Juli 2021 - 14:59:00 WIB
2 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Bela Negara Lain di Olimpiade Tokyo, Ada Rekan Gronya Somerville
Setyana Mapasa (kiri) atlet Indonesia yang membela negara lain di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: BWF)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Indonesia diisi banyak pebulu tangkis hebat dunia. Saking banyaknya sampai ada atlet Tanah Air yang harus mencari peruntungan di negeri orang untuk beraksi di ajang bergengsi.

Di Olimpiade Tokyo 2020 kali ini setidaknya ada dua pebulu tangkis Indonesia yang memperkuat negara lain. Siapa saja mereka?

Berikut ulasannya:

1. Setyana Mapasa (Australia)

Atlet Indonesia memperkuat Australia di Olimpiade. (Foto: PBSI)

Setyana Mapasa kini membela Australia di nomor ganda putri pada berbagai turnamen bulu tangkis dunia. Sejak 2014, Setyana dinaturalisasi sehingga menjadi warga negara Australia sekarang.

Sebelum menjadi WNA (Warga Negara Asing), Setyana pernah masuk pelatnas PBSI junior. Akan tetapi, cedera membuat karier wanita kelahiran Minahasa, Sulawesi Utara, 15 Agustus 1995 ini, tidak berkembang.

Sejak menjadi warga negara Australia, Setyana memiliki karier cukup bagus di dunia bulu tangkis. Turun di sektor ganda putri bersama Gronya Somerville, Setyana telah mengukir beberapa prestasi bergengsi.

Setyana/Gronya kini tengah berjuang untuk Australia di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka berada di grup C bersama Lee Sohee/Shin Seungchan (Korsel), Du Yue/Li Yin Hui (China), dan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark).

2. Ade Resky Dwicahyo (Azerbaijan)

Foto: PBSI
Foto: PBSI

Ade Resky Dwicahyo lahir di Indonesia, 13 Mei 1998 silam. Ade sempat menembus pelatnas PBSI Junior. Dia pun pernah tampil di Kejuaraan Junior Asia dan Kejuaraan Dunia Bulutangkis pada 2016, tetapi gagal mempersembahkan gelar.

Setelah itu, pada 2017, Ade mendapatkan proposal untuk membela Azerbaijan. Ade pun menerima proposal itu demi berprestasi di level dunia dan main di Olimpiade. Jika tetap bermain untuk Indonesia, bakat Ade kemungkinan besar tidak kelihatan karena persaingan ketat dengan pebulu tangkis lainnya.

Sekarang, Ade tengah berjuang untuk mengharumkan nama Azerbaijan di Olimpiade Tokyo 2020. Ade tergabung di Grup L bersama Anders Antonsen (Denmark) dan Nguyen Tien Minh (Vietnam).

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut