Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Rolex, Pebulutangkis Indonesia Dapat Jam Tangan Lokal usai Asian Games 2026
Advertisement . Scroll to see content

6 Medali Asian Games 2026 Belum Cukup, PBSI Pasang Target Gila di Olimpiade LA 2028

Kamis, 08 Oktober 2026 - 22:00:00 WIB
6 Medali Asian Games 2026 Belum Cukup, PBSI Pasang Target Gila di Olimpiade LA 2028
6 Medali Asian Games 2026 Belum Cukup, PBSI Pasang Target Gila di Olimpiade LA 2028 (Foto: NOC Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PBSI langsung mengarahkan fokus ke Olimpiade Los Angeles 2028 setelah Tim Bulu Tangkis Indonesia meraih enam medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran menegaskan perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 masih panjang. Hasil dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan menjadi bagian penting dalam evaluasi untuk meningkatkan prestasi bulu tangkis Indonesia.

Sejak awal kepengurusan, PBSI sudah menetapkan medali emas Olimpiade sebagai target utama. Selain mengejar emas, PBSI juga membidik kelolosan dengan kuota maksimal di seluruh sektor pada Olimpiade Los Angeles 2028.

"Di depan, kita ada berbagai kejuaraan penting dan pada akhirnya ada satu tujuan besar yang sejak awal sudah kita siapkan: Olimpiade Los Angeles 2028," kata Fadil di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).

"Target jangka panjang itu sudah kita tuliskan dengan jelas: full kuota di semua sektor dan medali emas," tambahnya.

Fadil menilai hasil Asian Games Aichi-Nagoya tidak cukup hanya dilihat dari jumlah medali. Setiap pertandingan dan pencapaian atlet perlu diolah menjadi evaluasi terukur untuk memperbaiki persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

"Kita harus mengubah setiap medali menjadi data, setiap pertandingan menjadi evaluasi, setiap kekalahan menjadi pelajaran. Dan setiap kemenangan menjadi standar baru," terang Fadil.

Menurut Fadil, keberhasilan pembinaan bulu tangkis nasional juga tidak dapat hanya diukur dari jumlah gelar dalam satu turnamen. PBSI perlu membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan prestasi secara konsisten dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Ukuran keberhasilan kita adalah apakah Indonesia mampu membangun sistem yang membuat prestasi terus lahir dari satu generasi ke generasi berikutnya," tutur Fadil.

Enam Medali Jadi Modal Evaluasi

Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tim bulu tangkis Indonesia mengoleksi enam medali. Rinciannya terdiri dari dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Dua medali emas Indonesia dipersembahkan tim beregu putra serta pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Sementara medali perak diraih pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Tiga medali perunggu lainnya disumbangkan tim beregu putri, Alwi Farhan dari nomor tunggal putra, serta pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Setelah agenda apresiasi atas pencapaian di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, para atlet bulu tangkis Indonesia akan kembali menjalani persiapan menghadapi rangkaian tur Eropa. PBSI ingin para pemain segera mengalihkan perhatian menuju agenda berikutnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan target full kuota di seluruh sektor dan medali emas, hasil di Aichi-Nagoya akan menjadi salah satu bahan untuk memperbaiki persiapan tim menuju ajang empat tahunan tersebut.

"Karena perjalanan menuju Los Angeles 2028 terus berjalan," tegasnya.

Dengan demikian, enam medali yang diraih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi bagian dari proses evaluasi PBSI. Organisasi tersebut kini menatap rangkaian turnamen berikutnya dengan sasaran akhir Olimpiade Los Angeles 2028.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut