60 Menit Tes Lapangan, Tim Bulutangkis Indonesia Petakan Angin hingga Cahaya jelang Asian Games 2026
ICHINOMIYA, iNews.id – Tim bulutangkis Indonesia menjalani tes lapangan selama 60 menit di Ichinomiya City Municipal Gymnasium sebagai persiapan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Muhammad Shohibul Fikri dan rekan-rekannya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memetakan kondisi arena, mulai dari arah angin hingga pencahayaan lapangan.
Dua hari sebelum pertandingan pertama dimulai, skuad bulutangkis Indonesia langsung melakukan adaptasi dengan tempat pertandingan. Setelah menjalani pemusatan latihan sebelumnya, para pemain fokus mengenali karakter arena agar siap menghadapi persaingan di Asian Games 2026.
Dalam sesi latihan perdana tersebut, para pemain tidak menemukan kendala besar. Namun, kondisi angin yang berasal dari pendingin ruangan sempat menjadi perhatian karena dapat memengaruhi laju shuttlecock saat pertandingan berlangsung.
"Kendala di latihan tadi sebenarnya tidak ada. Hanya saat pertama datang lapangan terasa ada angin dari pendingin ruangan, tetapi di tengah-tengah latihan pendingin ruangannya dimatikan. Jadi belum tahu nanti pertandingan apakah menggunakan pendingin ruangan atau tidak," ujar Muhammad Shohibul Fikri, dalam keterangan PBSI.
Pemain ganda putra Indonesia itu menyebut sesi tes lapangan berikutnya akan dimanfaatkan untuk menyempurnakan persiapan teknis. Selain arah angin, pencahayaan arena juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
"Besok ada sesi test court terakhir, saya harus memaksimalkan lagi dari segi teknik, penyesuaian arah angin dan pencahayaan," lanjut Fikri.
Bagi Fikri, Asian Games 2026 menjadi pengalaman spesial karena merupakan debutnya di ajang tersebut. Dia mengaku antusias dan memiliki motivasi besar untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
"Saya cukup bersemangat karena ini Asian Games pertama. Tadi juga di lapangan saya sangat excited untuk memberikan yang terbaik," kata Fikri.
"Pastinya saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk tim dan perorangan, semoga bisa menyumbang medali emas," tambahnya.
Selain Fikri, Putri Kusuma Wardani juga memberikan pandangannya setelah menjajal arena pertandingan. Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia itu mengaku memiliki kesan berbeda terhadap lokasi pertandingan di Ichinomiya.
Menurut Putri, arena yang berada jauh dari pusat kota tersebut tetap memiliki fasilitas yang cukup baik untuk menggelar pertandingan internasional.
"Arena ini walaupun seperti di desa pelosok, tetapi dalamnya cukup baik, bagus dan rapi juga. Memang kapasitasnya cukup kecil, tetapi secara fasilitas memadai," ujar Putri.
Cabang bulutangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung dalam dua nomor. Pertandingan beregu dijadwalkan digelar pada 20-24 September 2026, sedangkan nomor perorangan berlangsung pada 25-29 September 2026.
Sebelum laga beregu dimulai, undian nomor beregu akan berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) pagi pukul 10.00 waktu setempat.
Dengan tes lapangan tersebut, tim bulutangkis Indonesia berharap mampu beradaptasi maksimal dengan kondisi arena dan mempersiapkan strategi terbaik untuk mengejar prestasi di Asian Games 2026.
Editor: Abdul Haris