7 Rival yang Bisa Gagalkan Marc Marquez Juara MotoGP 2026, Siapa Paling Mengancam?
SACHSENRING, iNews.id – Marc Marquez kembali menjadi favorit juara MotoGP 2026 setelah menyapu kemenangan Sprint dan balapan utama di Sachsenring, Jerman. Namun, tujuh pembalap masih berpeluang menghentikan ambisinya merebut gelar kelas utama untuk kedelapan kali.
Marquez meraih 37 poin dari akhir pekan sempurna di Sachsenring. Pembalap Ducati Lenovo itu kini menempati posisi ketiga klasemen dengan 190 poin, hanya tertinggal 18 angka dari Jorge Martin yang memimpin lewat koleksi 208 poin.
Ai Ogura berada di posisi kedua dengan 194 poin. Di belakang Marquez, persaingan juga sangat rapat karena Marco Bezzecchi mengoleksi 186 poin dan Fabio Di Giannantonio memiliki 184 poin.
Keberhasilan di Jerman mengubah arah perburuan gelar Marquez. Dia sempat tertinggal lebih dari 100 poin setelah seri Italia, tetapi kini kembali berada dalam persaingan utama menuju paruh kedua musim.
Meski momentum berpihak kepadanya, gelar belum berada dalam genggaman. Ancaman terbesar Marquez justru bisa datang dari dirinya sendiri, terutama dalam menjaga kebugaran, mengendalikan batas kemampuan, serta mengamankan poin ketika kemenangan sulit diraih.

Marco Bezzecchi dinilai sebagai ancaman paling serius meski berada empat poin di belakang Marquez. Pembalap Aprilia itu sudah membukukan empat kemenangan dan enam podium, catatan terbaik di antara para penantang gelar musim ini.
Bezzecchi memiliki level performa tertinggi dibandingkan pembalap Aprilia lainnya. Dia juga dinilai mampu menandingi Marquez ketika balapan berlangsung dalam kondisi basah atau lintasan berubah-ubah.
Masalah utama Bezzecchi terletak pada konsistensi. Dia beberapa kali kehilangan poin akibat kecelakaan, kesalahan, dan hasil Sprint yang kurang maksimal. Cedera tulang selangka juga dapat mengganggu momentumnya ketika kompetisi kembali berjalan.

Ai Ogura menempati posisi kedua klasemen dengan 194 poin atau unggul empat angka atas Marquez. Pembalap Trackhouse Aprilia tersebut tampil konsisten dan mampu menyelesaikan balapan dengan tingkat keberhasilan tinggi.
Ogura juga menjadi salah satu pembalap paling kuat pada fase akhir balapan. Kemampuannya menjaga ban membuat dia sering meningkatkan posisi ketika para rival mulai kehilangan kecepatan.
Namun, Ogura baru menjalani musim kedua di kelas MotoGP. Performa kualifikasinya memang membaik, tetapi dia masih harus membuktikan konsistensi tersebut dalam jangka panjang. Catatan kurang meyakinkan saat lintasan basah juga dapat menjadi kerugian besar dalam persaingan melawan Marquez.

Jorge Martin tetap menjadi pemimpin klasemen dengan 208 poin. Pengalamannya merebut gelar MotoGP membuat pembalap Aprilia tersebut memiliki bekal mental dalam menghadapi tekanan perebutan juara.
Martin sangat kuat pada lap-lap awal. Keberaniannya menyerang selepas start kerap memberikan posisi dan poin tambahan sebelum ritme balapan benar-benar terbentuk.
Namun, performa Martin belakangan mulai menurun. Dia kesulitan mendapatkan rasa percaya diri pada bagian depan RS-GP dan belum menemukan kecepatan terbaik secara konsisten. Catatan kualifikasinya dibandingkan Bezzecchi juga masih menjadi pekerjaan rumah.

Fabio Di Giannantonio hanya tertinggal enam poin dari Marquez. Pembalap Pertamina Enduro VR46 itu hampir selalu memperlihatkan kecepatan kompetitif sejak sesi latihan di berbagai sirkuit.
Performa terendah Di Giannantonio juga relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah pengguna Ducati lainnya. Namun, dia belum cukup sering terlihat sebagai calon pemenang ketika balapan memasuki fase penentuan.
Start yang kurang bagus berulang kali membuat Di Giannantonio harus bekerja keras mengejar posisi. Tantangannya adalah membangun persaingan gelar melalui finis ketiga atau keempat ketika kemenangan masih sulit diraih.

Francesco Bagnaia sudah memiliki pengalaman membalikkan defisit besar dalam perebutan gelar. Penampilannya juga sering lebih baik dibandingkan gambaran yang terlihat dari raihan poin.
“Jika saya hanya menghitung poin yang hilang di Jerez, Le Mans, dan Assen, jumlahnya lebih dari 40 poin,” kata Bagnaia selepas balapan di Sachsenring, dikutip dari The Race.
Namun, Bagnaia kini tertinggal 47 angka dari Marquez dan 65 poin dari Martin. Dia juga masih mengeluhkan kurangnya daya cengkeram ban belakang yang tidak dirasakan pembalap Ducati lainnya.

Raul Fernandez berada 31 poin di belakang Marquez. Dia menikmati salah satu periode terbaiknya bersama Trackhouse dan semakin konsisten menghasilkan poin dari satu seri ke seri berikutnya.
Fernandez juga mengendarai Aprilia yang tampil kompetitif sepanjang musim. Namun, dia belum pernah berada dalam situasi perebutan gelar MotoGP dan masih kerap kalah cepat dari pembalap Aprilia lainnya.
Posisinya yang sudah tertinggal cukup jauh membuat Fernandez harus segera mengubah podium menjadi kemenangan. Dia juga membutuhkan kesalahan dari para pembalap di lima besar untuk kembali masuk dalam persaingan utama.

Pedro Acosta tertinggal 42 poin dari Marquez. Pembalap KTM tersebut tetap dianggap sebagai salah satu penampil terbaik musim ini meski menghadapi berbagai hambatan.
Acosta sempat mundur dari balapan di Assen akibat kambuhnya sindrom lorong karpal dan kemudian menjalani operasi. Dia juga harus menghadapi masalah keandalan serta performa KTM RC16 yang belum mampu menandingi Ducati dan Aprilia secara konsisten.
Kondisi motor membuat peluang Acosta menjadi juara sangat tipis. Kecepatan dan talentanya belum cukup ketika RC16 kesulitan bertarung di barisan depan pada sebagian besar akhir pekan.
Marc Marquez tetap menjadi pembalap yang paling diunggulkan selepas kebangkitan luar biasa di Sachsenring. Namun, jarak 24 poin yang memisahkan lima besar membuat satu kesalahan, cedera, atau kegagalan finis dapat kembali mengubah peta persaingan MotoGP 2026.
Editor: Abdul Haris