Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Agung Prio Bangkit dari Masalah Ban, Rajai BIG Downhill 2026 di Lereng Ijen
Advertisement . Scroll to see content

76 Ultimate Downhill 2026 Bidik Level Asia, Federasi Ungkap Rencana Besar untuk Indonesia

Jumat, 06 November 2026 - 08:00:00 WIB
76 Ultimate Downhill 2026 Bidik Level Asia, Federasi Ungkap Rencana Besar untuk Indonesia
Persaingan gelar juara umum 76 Ultimate Downhill dan ambisi membawa kejuaraan ke level Asia menjadi sorotan. (Foto: Djarum)
Advertisement . Scroll to see content

KUDUS, iNews.id - 76 Ultimate Downhill 2026 memasuki babak penentuan di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah. Persaingan gelar juara umum semakin menarik karena para downhiller terbaik Indonesia harus menghadapi lintasan sepanjang 2.300 meter dengan elevasi 325 meter di lereng Gunung Muria, Minggu (1/11/2026).

Seri ketiga sekaligus putaran pamungkas kejuaraan ini bukan sekadar ajang adu kecepatan. Para pebalap dituntut menggabungkan keberanian, ketepatan memilih jalur, dan kemampuan membaca karakter lintasan untuk mengamankan hasil terbaik pada musim ini.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Khoiful Mukhib. Pebalap andalan 76 Rider DH Squad tersebut memiliki pengalaman besar di nomor downhill, termasuk keberhasilannya meraih medali emas Asian Games 2018.

Persaingan kelas Men Elite juga menghadirkan tantangan tersendiri. Agung Prio Apriliano masih memimpin klasemen sementara dengan 510 poin, disusul Putra Ganda Arrozak dengan 400 poin, Yosi Saputro 267 poin, dan Mohammad Abdul Hakim 220 poin.

Posisi tersebut membuat seri pamungkas di Kudus menjadi kesempatan penting bagi para pesaing untuk memperbaiki pencapaian musim ini. Setiap pebalap harus mampu memanfaatkan karakter lintasan tanpa mengambil risiko yang tidak diperlukan.

Mukhib menilai kondisi Ternadi Bike Park memberikan peluang bagi pebalap untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Setelah diguyur hujan sehari sebelumnya, kondisi tanah mulai mengering dan membuat lintasan terasa lebih keras.

“Karakter trek di bagian atas sedikit berubah akibat guyuran hujan kemarin serta lintasan yang telah dilewati oleh rider lainnya. Sehingga kondisi tanah pada seeding run hari ini terasa sedikit lebih keras, tapi justru sangat ideal untuk riding. Penguasaan yang lebih matang terhadap karakter Ternadi Bike Park juga memungkinkan saya untuk mengambil line tersendiri, termasuk melakukan teknik cutting the line pada beberapa section sulit," terang Mukhib.

Karakter lintasan yang memiliki sejumlah bagian teknis menjadi tantangan bagi para peserta. Rock garden, gap besar, serta beberapa titik yang membutuhkan ketepatan mengambil jalur membuat kemampuan mengendalikan sepeda menjadi faktor penting.

Di kelas Women Elite, persaingan gelar juara umum juga menjadi perhatian. Milatul Khaqimah dari Nukeproof Axess Racing Team berada di posisi teratas klasemen sementara dan berusaha mempertahankan konsistensinya hingga seri terakhir.

Mila, sapaan akrab Milatul Khaqimah, mengaku menikmati karakter lintasan Ternadi Bike Park. Dia melihat trek tersebut menawarkan kombinasi kecepatan dan rintangan teknis yang membutuhkan kemampuan serta keberanian.

“Alhamdulillah, sesi seeding run hari ini berjalan dengan sangat lancar dan saya berhasil mengamankan posisi teratas. Saya sangat menikmati karakteristik trek baru ini karena memiliki laju yang kencang serta dipenuhi rintangan menantang seperti rock garden dan gap yang besar,” ujar downhiller yang akrab disapa Mila ini.

Dia juga memiliki target pribadi untuk mengakhiri musim dengan gelar juara umum. Konsistensi sepanjang rangkaian kompetisi menjadi modal penting bagi Mila dalam menghadapi persaingan di putaran pamungkas.

“Sepanjang musim ini saya berusaha menjaga konsistensi performa di setiap seri sehingga bisa mempertahankan posisi teratas di klasemen kelas Women Elite. Mengingat sebelumnya saya belum pernah meraih gelar juara overall di ajang ini, saya berharap esok hari bisa kembali tampil tercepat dan merebut gelar juara umum,” sebutnya.

76 Ultimate Downhill Bidik Level Asia

Event Director 76 Ultimate Downhill, Aditya Nugraha, menilai kondisi lintasan Ternadi Bike Park mendukung penampilan para atlet. Tanah yang mulai mengering setelah hujan membuat karakter trek berada dalam kondisi prima dan memungkinkan para pebalap melaju dengan kecepatan tinggi.

Namun, dia melihat sejumlah pebalap unggulan tetap memperhitungkan risiko. Mereka tidak hanya mengejar catatan waktu, tetapi juga berusaha menjaga kondisi fisik menjelang babak final.

"Persaingan di seri pamungkas ini berlangsung ketat karena seluruh pebalap berupaya tampil maksimal. Hasil pada sesi seeding run menunjukkan bahwa sebagian pebalap utama memilih untuk mengukur kemampuan serta meminimalisasi risiko demi mengamankan posisi jelang laga final," terang Aditya.

Menurut Aditya, perbedaan kemampuan para peserta semakin tipis. Kondisi tersebut membuat persaingan pada final run berpotensi ditentukan oleh kemampuan pebalap memanfaatkan peluang di bagian-bagian krusial lintasan.

"Secara umum, tingkat kemampuan dan rata-rata catatan waktu para pebalap saat ini sudah sangat merata dengan gap yang amat tipis. Hasil akhir esok hari akan sangat ditentukan oleh pebalap yang mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun di lintasan," ujarnya lagi.

Di luar persaingan gelar juara, penyelenggaraan 76 Ultimate Downhill juga memiliki tujuan lebih luas bagi perkembangan olahraga sepeda gunung di Indonesia. Kejuaraan ini menjadi ruang bagi para atlet nasional untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun pengalaman dalam kompetisi berstandar internasional.

Sekretaris Jenderal Indonesian Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Federasi mendukung keberlanjutan ajang ini sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet downhill potensial.

“Kami dari federasi mendukung penuh penyelenggaraan 76 Ultimate Downhill 2026. Kami memiliki wacana untuk meningkatkan event menjadi skala Asia dengan melibatkan lebih banyak downhiller mancanegara dengan memberikan undangan resmi kepada federasi-federasi negara-negara di Asia. Federasi juga menganggap penyelenggaraan 76 Ultimate Downhill ini sebagai salah satu wadah untuk mencari atlet-atlet terbaik nasional,” tegas Jadi.

Rencana peningkatan skala kompetisi menjadi level Asia membuka peluang bagi 76 Ultimate Downhill untuk menjangkau peserta dari lebih banyak negara. Kehadiran pebalap mancanegara juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas persaingan dan memberikan pengalaman lebih luas bagi atlet Indonesia.

Kejuaraan 76 Ultimate Downhill 2026 sendiri masuk kalender Union Cycliste Internationale (UCI) dengan label Class 1 (C1). Kompetisi ini mempertandingkan 10 kategori, yakni Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Master A, Men Master B, Men Master C, Men Sport A, Men Sport B, Men Youth, dan Women Youth.

Masyarakat dapat menyaksikan langsung pertandingan di Ternadi Bike Park, Kudus, atau mengikuti siaran langsung melalui laman http://www.76rider.com/live. Putaran pamungkas ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menuntaskan perjuangan sepanjang musim sekaligus membuktikan kemampuan mereka di salah satu lintasan downhill andalan Indonesia.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut