Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rendy Varera Tercepat, Mountain Bike Indonesia Raih Emas Keenam Indonesia di SEA Games 2025
Advertisement . Scroll to see content

Agung Prio Bangkit dari Masalah Ban, Rajai BIG Downhill 2026 di Lereng Ijen

Senin, 21 September 2026 - 05:43:00 WIB
Agung Prio Bangkit dari Masalah Ban, Rajai BIG Downhill 2026 di Lereng Ijen
Agung Prio Apriliano menjuarai BIG Downhill 2026 (Foto: Djarum)
Advertisement . Scroll to see content

BANYUWANGI, iNews.id - Agung Prio Apriliano menjadi juara BIG Downhill 2026 setelah tampil sebagai yang tercepat di kelas Men Elite dalam persaingan ketat di Gantasan Bike Park, Desa Tamansari, kawasan Ijen Geopark, Banyuwangi, Minggu (20/9/2026).

Agung dari Astrindo Racing Team mencatat waktu 3 menit 18,249 detik pada Final Run. Hasil tersebut mengantarkan dia ke posisi teratas setelah menaklukkan lintasan sepanjang 2.300 meter dengan elevasi lebih dari 350 meter.

BIG Downhill 2026 diikuti 214 peserta yang terbagi dalam 20 kelas. Para downhiller datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Persaingan semakin menarik karena Gantasan Bike Park memiliki karakter lintasan yang menantang. Trek tersebut menghadirkan sejumlah rintangan, mulai dari drop, big drop, rock garden, berm, hingga table top.

Label sertifikasi internasional Class 1 (C1) dari Union Cycliste Internationale (UCI) membuat BIG Downhill 2026 menjadi salah satu ajang penting bagi para downhiller. Dukungan dari 76Rider melalui konsep “Nyali Aja Nggak Cukup” juga turut memperkuat persaingan dalam kejuaraan tersebut.

Agung Prio Tebus Masalah Ban dengan Gelar Juara

Perjalanan Agung menuju podium utama tidak berlangsung mudah. Dia sempat mengalami masalah teknis pada sesi seeding run ketika ban depan pecah saat melewati rock garden.

Kondisi tersebut membuat Agung harus menjaga mental dan melakukan penyesuaian sebelum Final Run. Dia kemudian tampil lebih percaya diri hingga mencatatkan waktu tercepat di kelas Men Elite.

“Saya bersyukur karena bisa menjadi juara di BIG Downhill 2026. Padahal, kemarin di sesi seeding run saya sempat mengalami mechanical trouble yaitu pecah ban depan di rock garden. Tidak bisa maksimal saat seeding run tentu memengaruhi mental dan ada tekanan lebih besar. Tapi, kunci kemenangan saya adalah berusaha untuk tetap percaya diri dan lebih antisipatif menambah tekanan angin agar tidak pecah ban lagi,” ujar Agung Prio usai naik podium juara.

Agung unggul sekitar dua detik dari Pahraz Salman Alparisi dari Underdog PSA yang finis kedua dengan catatan 3 menit 20,414 detik. Posisi ketiga ditempati Yosi Saputro dari YETI Tribe Indonesia Racing Team dengan waktu 3 menit 22,120 detik.

Pandu Satrio Perkasa dari Sego Anget Racing Team berada di posisi keempat dengan 3 menit 25,590 detik, sedangkan Mohammad Abdul Hakim dari 76Rider Downhill Squad melengkapi lima besar dengan catatan 3 menit 27,653 detik.

Selain Men Elite, kelas Women Elite juga menghadirkan persaingan ketat. Nilna Murni Ningtyas dari Spartan Racing Team keluar sebagai juara setelah membukukan waktu 3 menit 48,214 detik.

Nilna hanya unggul tipis atas Milatul Khaqimah dari Nukeproof Axxes Racing Team yang finis kedua dengan waktu 3 menit 49,567 detik. Ayu Tria Andriana dari Alaska Squad menempati posisi ketiga dengan catatan 3 menit 53,159 detik.

“Tadi saya sempat gugup saat final run karena saya start terakhir dan rider-rider lain juga kencang. Tapi, saya sanggup mengendalikan emosi dan fokus dengan strategi sendiri. Lintasan di Gantasan Bike Park tahun ini panjang, jadi tidak hanya mengandalkan skill, tetapi juga menuntut fisik dan settingan sepeda yang tepat. Dari awal target saya memang menjadi juara di sini, alhamdulillah sanggup memenuhinya,” sebut Nilna.

Di kelas Men Junior, Dimas Aradhana dari privateer tampil sebagai juara dengan waktu 3 menit 21,557 detik. Dimas bersaing sangat ketat dengan Nazwa Agazani yang hanya tertinggal 0,03 detik dan finis kedua dengan catatan 3 menit 21,890 detik.

Posisi ketiga Men Junior ditempati rider tuan rumah asal Banyuwangi, Ahmad Nasywa Ridhodin dari Sego Anget Racing Team, dengan waktu 3 menit 23,396 detik.

Inisiator BIG Downhill, H. Munif, mengatakan BIG Downhill 2026 diikuti 214 peserta dari 20 kelas. Persaingan tahun ini dinilai semakin ketat, terutama pada kelas prestasi Men Junior, Women Elite, dan Men Elite.

“Penyelenggaraan BIG Downhill 2026 diikuti 214 peserta dari 20 kelas. Namun, dari sisi persaingannya tahun ini jauh lebih ketat daripada tahun-tahun sebelumnya, khususnya di kelas prestasi Men Junior, Women Elite, dan Men Elite. Karena memang tingkat kesulitan di Gantasan Bike Park tahun ini kami buat semakin ekstrem dengan rintangan alami dan ataupun buatan seperti rock garden dan big drop. Sehingga dengan peningkatan ini tentunya akan makin menambah kemampuan dari para peserta. Terima kasih setinggi-tingginya kepada semua rider yang terlibat,” ungkap H. Munif di sela lomba.

H. Munif juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan para sponsor yang mendukung pelaksanaan kejuaraan. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan ekosistem serta peningkatan prestasi downhill di tingkat nasional.

Perwakilan 76Rider, Agnes C. Wuisan, menilai status Class 1 dari UCI menjadi salah satu faktor penting bagi BIG Downhill dalam mendukung perkembangan downhill Indonesia. Menurut dia, kejuaraan tersebut tidak hanya menawarkan persaingan olahraga, tetapi juga memiliki daya tarik sportainment melalui bentang alam Ijen Geopark dan karakter lintasan Gantasan Bike Park.

“BIG Downhill punya daya tarik yang besar dan menarik minat yang tinggi, tidak hanya buat pegiat downhill tapi juga para penggemar extreme sport yang lebih luas. Dengan kemasan sportainment event yang semakin meningkat, kami berharap BIG Downhill akan memberi kontribusi yang makin signifikan bagi perkembangan ekosistem dan prestasi downhill di Indonesia,” sebut Agnes.

Sebanyak 20 kelas dipertandingkan dalam BIG Downhill 2026. Kelas profesional terdiri atas Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Youth, Men Expert A dan B, serta Men Sport A dan B.

Sementara kelas tambahan mencakup Beyond A dan B, Men Pra Youth, Women Open, Master A, B, C, D, E, F, G, serta Men Expert C. Keberagaman kelas tersebut membuat BIG Downhill 2026 tidak hanya diikuti atlet elite, tetapi juga peserta dari berbagai tingkatan.

Hasil 5 Besar Final Run Men Elite:

Agung Prio Apriliano - Astrindo Racing Team - 3 menit 18,249 detik
Pahraz Salman Alparisi - Underdog PSA - 3 menit 20,414 detik
Yosi Saputro - YETI Tribe Indonesia Racing Team - 3 menit 22,120 detik
Pandu Satrio Perkasa - Sego Anget Racing Team - 3 menit 25,590 detik
Mohammad Abdul Hakim - 76Rider Downhill Squad - 3 menit 27,653 detik

Hasil 5 Besar Final Run Women Elite:

Nilna Murni Ningtyas - Spartan Racing Team - 3 menit 48,214 detik
Milatul Khaqimah - Nukeproof Axxes Racing Team - 3 menit 49,567 detik
Ayu Tria Andriana - Alaska Squad - 3 menit 53,159 detik
Tsuraya Azwa Pambudi - YETI Tribe Indonesia Racing Team - 3 menit 56,382 detik
Nining Porwaningsih - Anindya Racing Team - 3 menit 57,495 detik

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut