Aleix Espargaro Asyik Berjemur di Lombok Bareng Keluarga: Last Day at Paradise!
LOMBOK, iNews.id- Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro menikmati indahnya Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan berjemur. Dia berjemur dengan istri dan anak-anaknya.
Hal itu diketahui dari foto yang diunggah Espargaro di Instagram-nya, @aleixespargaro, pada Senin (16/10/2023). Dia tak buru-buru meninggalkan penginapannya dan masih menikmati sinar matahari Lombok.
Dari situ terlihat, Espargaro berjemur di pinggir kolam renang. Tak sendirian, dia ditemani oleh kekasihnya, Laura Montero, serta dua buah hati mereka yakni Max dan Mia.
Kekasih dan anak-anaknya pun nampak masih sangat betah di Lombok. Mereka mengatasi panasnya matahari di sana dengan meneguk segarnya minuman dingin yang mereka genggam masing-masing.
Infografis Klasemen Sementara MotoGP 2023

Pembalap berusia 34 tahun itu pun memberikan kode bahwa dirinya masih betah di Lombok karena terpesona dengan keindahannya. Sebab, dia menyebut salah satu destinasi pariwisata paling cantik di Indonesia itu sebagai sebuah surga.
“Last Day at Paradise! (Hari terakhir di surga),” tulis Espargaro dalam keterangan fotonya dengan emoji menangis terharu.
Erick Thohir Optimistis MotoGP Indonesia 2023 Beri Dampak Ekonomi Lebih Dibandingkan Tahun Lalu
Ya, Espargaro dan keluarganya memang memiliki sedikit waktu saja di Lombok setelah pagelaran MotoGP Indonesia 2023 pada akhir pekan lalu. Sebab, mereka harus terbang ke Negeri Kangguru untuk tampil di GP Australia 2023 di Sirkuit Philip Island.
Rider asal Spanyol itu sendiri meraih hasil yang kurang memuaskan di MotoGP Indonesia 2023 setelah selalu tampil cepat pada sesi latihan. Dia gagal finis dalam sprint di Mandalika setelah menabrak Brad Binder saat menikung.
Erick Thohir Optimistis MotoGP Mandalika 2023 Beri Multiplier Effect Lebih Luas
Kemudian, dalam balapan utama kemarin, Espargaro hanya mampu finis di posisi 10. Hasil tersebut jelas mengecewakan karena dia sempat berada di barisan terdepan tetapi karena cengkraman bannya terus menghilang, dia perlahan-lahan merosot ke barisan tengah.
Editor: Ibnu Hariyanto