Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan Match Fixing Bikin Geger, BWF Ingatkan Atlet Indonesia soal Bahaya Pelanggaran Integritas
Advertisement . Scroll to see content

Amri/Nita Buka Suara soal Isu Match Fixing, Fokus Kejuaraan Dunia 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:15:00 WIB
Amri/Nita Buka Suara soal Isu Match Fixing, Fokus Kejuaraan Dunia 2026
Amri Syahnawi (kiri), dan Nita Violina Marwah. (Foto: iNews/Cikal Bintang)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idAmri Syahnawi/Nita Violina Marwah memastikan isu dugaan pengaturan skor atau match fixing tidak mengganggu suasana internal sektor ganda campuran Pelatnas PBSI. Pasangan Indonesia itu memilih menjadikan kasus yang sedang diselidiki Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sebagai pelajaran berharga.

BWF saat ini tengah melakukan investigasi terhadap sejumlah atlet terkait dugaan pelanggaran integritas pertandingan. Penyelidikan tersebut dilakukan setelah muncul dugaan adanya praktik match fixing dalam ajang bulu tangkis.

Meski isu tersebut berkembang luas, BWF belum mengumumkan nama-nama atlet yang diduga terlibat. Spekulasi sempat mengarah kepada beberapa nama atlet ganda campuran Indonesia, tetapi belum ada informasi resmi dari federasi dunia tersebut.


Kondisi Pelatnas PBSI Tetap Kondusif

Amri mengatakan situasi di internal ganda campuran Pelatnas PBSI tetap berjalan normal. Dia menilai isu tersebut justru menjadi pengingat bagi atlet untuk selalu menjaga nilai sportivitas dan integritas dalam berkarier.

"Suasananya mah biasa-biasa aja sih sebenarnya. Ya pelajaran aja juga buat kita. Ya kalau menurut saya kan kita jadi atlet juga bukan cari itu sih sebenarnya kalau saya," kata Amri kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut