Anthony dan Jonatan Lolos ke Perempat Final Jerman Terbuka
MULHEIM AD DER RUHR, iNews.id - Dua pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie berhasil lolos ke perempat final Jerman Terbuka 2018. Anthony menang tanpa meyelesaikan laga melawan Huang Yuxiang, dan Jonatan mengalahkan wakil Spanyol Pablo Albian, Rabu (8/3/2018) waktu setempat di babak kedua.
Pada laga melawan Huang, Anthony dipastikan menang karena sang lawan tak bisa melanjutkan pertandingan. Atlet China tersebut mengalami cedera pinggang yang didapatnya saat akhir game pertama.
Huang mendapatkannya karena terjatuh, saat berusaha menghadang tembakan Anthony. Bagi pebulutangkis 21 tahun tersebut, kemenangan tanpa menyelesaikan laga pada kompetisi ini, menjadi yang kedua kali.
Pada babak pertama, Anthony juga lolos setelah tunggal Denmark Kim Bruun, mengalami cedera otot paha. Dia pun merasa diuntungkan, walau tak terlalu senang dengan caranya bisa melaju ke perempat final.
“Ada juga keuntungannya, cuma sebenarnya saya masih ingin main, karena sekalian mau adaptasi untuk pertandingan besok. Penampilan saya hari ini, sudah lebih baik dari kemarin, dari pergerakan kaki, stroke, semua cukup baik. Tetapi ya itu tadi, saya masih mau main,” tuturnya kepada Badmintonindonesia.org.
Pada babak perempat final, Anthony akan kembali bertemu pemain asal China, Shi Yuqi. Sedangkan pada laga tunggal lainnya, Jonatan berhasil meraih kemenangan lewat laga dua game 21-14, 21-9, menghadapi Abian.
Memang secara kualitas Jonatan, masih berada di atas pemain asal Spanyol tersebut. Buktinya pada game pertama, dia mampu mendominasi permainan. Akhirnya pada game kedua, penampilan meyakinkan Jonatan, membuat sang lawan kerap melakukan kesalahan.
Meski begitu, Jonatan menegaskan bahwa Abian mampu memberikan kesulitan karena permainan ngototnya.“Dibilang menang mudah sih, tidak juga. Lawan saya ini tipe pemain yang ngotot, mungkin kalau di Asia, dia itu seperti Nguyen Tien Minh (Vietnam),” ungkapnya.
“Lawan juga sudah tidak muda lagi, jadi saya merasa lebih percaya diri dari segi stamina. Saya bikin dia capek dulu lari-lari keliling lapangan, begitu ada kesempatan baru serang,” tuturnya menambahkan.
Jonatan pun mengakui bahwa meski menang meyakinkan, namun laga itu belum menjadi penampilan terbaiknya. “Dari segi stroke masih kurang safe, beberapa kali melakukan kesalahan sendiri dan memberi pengembalian bola tanggung ke lawan,” ujarnya
“Tanding di Eropa saat musim dingin pasti beda dengan di Asia. Walaupun sebelum tanding kita sudah pemanasan, tapi waktu mau masuk lapangan sudah dingin lagi, jadi harus pintar menyiasati,” jelas Jonatan. Pada laga selanjutnya, Dia akan bertemu dengan tunggal Jepang Kenta Nishimoto.
Editor: Haryo Jati Waseso