Antisipasi Aksi Teror, Pengamanan Asian Games Dilakukan Berlapis

Antara ยท Rabu, 16 Mei 2018 - 18:30 WIB
Antisipasi Aksi Teror, Pengamanan Asian Games Dilakukan Berlapis

Maskot Asian Games XVIII Atung rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) terpasang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/5). Istana Kepresidenan berhias dengan memajang maskot Bhin Bhin, Kaka dan Atung untuk menyemarakkan perhelatan Asian Games XV

JAKARTA, iNews.id – Rentetan aksi teror yang terjadi sepekan terakhir ini tidak menyurutkan langkah Indonesia untuk menggelar Asian Games XVIII/2018 di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018.

Pemerintah dan Panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc) serta Penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc) memastikan bahwa persiapan tidak terganggu atau tetap berjalan sesuai rencana. Bahkan, Indonesia selaku tuan rumah siap memberikan penjelasan ke negara-negara peserta terkait dengan apa yang sedang terjadi di Tanah Air.

Ketua Inasgoc Erick Thohir memastikan, pengamanan Asian Games 2018 akan dilakukan berlapis untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan seperti tindakan teror.

“Akan ada ring satu, dua, tiga karena sudah sesuai standar internasional. Tentu kami akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Selain itu, semua orang yang terlibat dalam pelaksanaan Asian Games 2018 harus memiliki tanda pengenal yang terakreditasi. Hal itu, berlaku pula bagi masyarakat yang ingin menonton langsung pertandingan-pertandingan Asian Games yang diharuskan mendaftar secara daring. “Jadi semua yang membeli tiket akan ada daftar dan keterangan rincinya,” ujar Erick.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu, soal-soal terkait dengan pengamanan tersebut sudah didiskusikan dan disetujui oleh Komite Olimpiade Asia (OCA).

Untuk merespons aksi terorisme ini Inasgoc akan membuat sub-desk intelijen yang berada di bawah Deputi IV bidang Keamanan dan Transportasi. Sub-desk ini akan melacak gerak-gerik yang dapat mengganggu penyelenggaraa, terutama potensi serangan terorisme yang akan bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Selain itu, untuk pencegahan, Inasgoc akan memasang kamera pemantau dengan kemampuan pengenalan wajah (facial Recognition CCTV) menyeluruh di dua kota penyelenggara yakni di Jakarta dan Palembang.

Meski sudah ada 6.000 facial Recognition CCTV di Jakarta, Inasgoc berharap ada penambahan 300 facial Recognition CCTV di luar arena pertandingan.

Sementara di Palembang, sudah ada sekitar 500 CCTV seperti itu yang dinilai cukup karena luas kota ini tidak seluas Jakarta.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin di Palembang, Selasa (15/5), mengatakan aksi teror yang terjadi tidak memengaruhi kesiapan Kota Palembang sebagai salah satu tuan rumah.

“Tidak perlu khawatir, karena nanti saat Asian Games ada standar keamanan yang ketat sesuai dengan ketentuan Dewan Olimpiade Asia,” ujarnya.

Sementara dari pemerintah pusat, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan akan kepolisian akan mengerahkan personel sebanyak 100.000 orang untuk pengamanan atau lima kali lipat dari jumlah peserta yang diperkirakan 18.000 orang terdiri atas atlet dan ofisial.

“Jumlah ini cukup besar untuk mengantisipasi segala potensi yang bisa menggangu Asian Games," kata JK dalam acara Parade Asian Games di Jakarta, Minggu (13/5/2018) pagi.

Editor : Abdul Haris