Atlet Malaysia Didiskualifikasi Usai Raih Emas Paralimpiade Tokyo, Hal Sepele Ini Penyebabnya
TOKYO, iNews.id – Atlet Para Tolak Peluru Malaysia, Muhammad Ziyad Zolkefli didiskualifikasi usai raih emas Paralimpiade Tokyo 2020. Dia gagal mendapat medali karena dianggap terlambat ke ruang panggilan sebelum acara dimulai.
Ziyad sejatinya berhak bawa pulang emas setelah melempar hingga 17,94 m sekaligus memecahkan rekor dunia. Sayangnya kebahagiaannya tak berlangsung lama.
Sebab sang rival asal Ukraina Maksym Koval melayangkan protes. Dia menilai Ziyad terlambat ke ruang panggilan sebelum pertandingan dimulai.
Pihak penyelenggara mendiskualifikasinya. Ziyad pulang dengan tangan hampa. Dia mengucapkan permintaan maaf untuk semua warga Negeri Jiran.
Efek Saul Gabung Chelsea: Griezmann ke Atletico, Barcelona Boyong De Jong
"Saya minta maaf kepada semua orang Malaysia, terima kasih telah mendukung saya," kata Ziyad di laman Instagram pribadinya, dilansir dari Bernama, Rabu (1/9/2021).
Saul Niguez Resmi ke Chelsea, Lini Tengah The Blues Makin Ganas
Dengan demikian wakil Ukraina, Maksym Koval, diumumkan sebagai peraih medali emas dengan lemparan sejauh 17,34m. Sementara itu medali perak menjadi milik rekan senegaranya Oleksandr Yarovyi (17,30m). Sedangkan perunggu diraih Efstratios Nikolaidis dari Yunani (15,93m).
Namun pihak Malaysia tak terima begitu saja. Mereka mengajukan banding ke Komite Paralimpiade International (IPC) dan World Para Athletics (WPA).
Saul Niguez Selangkah Lagi ke Chelsea, MU Gigit Jari
Sayangnya WPA menolak banding dari Malaysia mengenai hasil acara tersebut. WPA menjelaskan bahwa keputusan itu dibuat berdasarkan Peraturan Dunia Para Atletik 5.5 soal 'Gagal Melapor ke Ruang Panggilan'.
Antoine Griezmann Segera Kembali ke Atletico, Barcelona Bidik Striker Sevilla
Editor: Reynaldi Hermawan