Bagas Maulana Pindah ke Ganda Campuran, Ungkap Tantangan Duet dengan Apriyani Rahayu
JAKARTA, iNews.id - Bagas Maulana menghadapi tantangan baru setelah meninggalkan sektor ganda putra untuk berduet dengan Apriyani Rahayu di ganda campuran. Pasangan anyar racikan pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, itu mengakui masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan pola permainan masing-masing.
Duet Bagas/Apriyani menjadi salah satu dari tiga pasangan baru yang disiapkan Nova Widianto. Selain mereka, Nova juga memasangkan Dejan Ferdinansyah dengan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Nawaf Khoiriyansyah dengan Indah Sari Cahya Jamil.
Ketiga pasangan tersebut diproyeksikan untuk menjadi bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Namun, proses menuju target tersebut harus dimulai dengan membangun chemistry dan memahami karakter permainan pasangan masing-masing.
Bagi Bagas, tantangan tersebut terasa lebih besar karena ganda campuran merupakan sektor baru dalam kariernya. Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu selama ini dikenal sebagai pemain ganda putra dan pernah berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, serta Muhammad Putra Erwiansyah.
Kini, Bagas harus menyesuaikan diri dengan pola permainan yang berbeda bersama Apriyani. Dia mengakui perubahan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena karakter permainan ganda campuran memiliki kebutuhan berbeda.
"Ya kalau saya dari pribadi, kita kan berdua udah mau udah lama banget ya di ganda putri dan ganda putra. Ya saya juga masih perlu adaptasi lebih karena nggak gampang ya dimain mix. Ini kan partner-nya beda dari yang lain, apa maksudnya bukan cowok, ini partner cewek," kata Bagas kepada awak media di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bagas juga menyebut komunikasi di lapangan menjadi salah satu aspek penting yang harus segera dibangun. Dia bahkan mengaku masih perlu bertukar pengalaman dengan pemain yang lebih dulu tampil di sektor ganda campuran.
"Jadi kita harus lebih ngatur lagi di dalam lapangan dan kita juga masih perlu sharing juga sih sama yang udah main mix. Kayak contohnya kayak saya sama Amri, ya perlu juga main mix itu gimana gitu. Cowoknya harus gimana, ceweknya juga harus gimana," tambahnya.
Di sisi lain, Apriyani juga tidak asing dengan tantangan berganti pasangan. Sebelum dipasangkan dengan Bagas, peraih medali emas Olimpiade itu sempat berduet dengan Dejan Ferdinansyah.
Apriyani bahkan langsung meraih gelar bersama Dejan pada Indonesia International Challenge 2026 Seri Pontianak yang berlangsung Agustus lalu. Namun, dia tetap menilai duet baru bersama Bagas membutuhkan proses adaptasi karena setiap pemain memiliki karakter permainan berbeda.
"Sama sih. Sama juga. Maksudnya juga kita juga, saya dan Bagas juga upaya kan baru latihan beberapa hari, sudah memang aku coba, kita coba berkomunikasi untuk, 'Ini gimana ya maksudnya mainnya? Maksudnya gimana? Trus di mana?' Karena kan Bagas beda, Dejan beda," tutur Apriyani.
"Jadi memang ya ada porsinya. Harus tahu karena pola Dejan sama Bagas kan juga berbeda. Jadi, kurang lebih nggak terlalu banyak sih untuk perubahannya. Sedikit-sedikit aja sih. Yang lebih di dalam untuk bila dalam lapangan," tambahnya.
Ujian pertama bagi Bagas/Apriyani pun sudah menanti. Pasangan baru tersebut rencananya akan menjalani pertandingan perdana pada Indonesia International Challenge 2026 Seri Surabaya yang berlangsung 22-27 September 2026.
Turnamen di Surabaya menjadi kesempatan bagi Bagas dan Apriyani untuk menguji hasil latihan sekaligus melihat sejauh mana komunikasi serta pola permainan mereka mulai terbentuk.
Debut tersebut juga menjadi langkah awal bagi pasangan Bagas/Apriyani dalam proyek jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Adaptasi dari sektor berbeda menjadi tantangan yang harus mereka lewati sejak awal perjalanan duet baru ini.
Editor: Reynaldi Hermawan