Bakal Jadi Lawan Valentino Rossi, Ini 3 Mantan Pembalap yang Punya Tim MotoGP
VALENCIA, iNews.id - Tim balap milik Valentino Rossi, Sky VR46, resmi melebarkan sayap ke kelas MotoGP pada 2021. Tetapi, Rossi bukan pembalap pertama yang pernah menempatkan tim miliknya.
Sebelumnya, setidaknya sudah ada tiga mantan pembalap lain yang sukses menempatkan timnya di kelas tertinggi. Padahal, bukan perkara mudah untuk mengoperasikan tim MotoGP.
Seperti Sky VR46 milik Rossi, mereka akan bekerja sama dengan tim Avintia Racing pada musim perdananya. Berikut mantan pembalap yang sukses menurunkan tim di MotoGP:
1. Fousto Gresini
Yamaha Sudah Siapkan Pengganti, Valentino Rossi Tetap Ngotot Ingin Ikut Balapan

Karier Gresini sebagai pembalap sebenarnya tak terlalu buruk. Dia pertama kali berkompetisi di pentas dunia di kelas 125cc pada 1983, sebelum memenangkan 21 balapan dan menjadi juara dunia 125cc 1985 dan 1987.
Morbidelli: Persaingan Justru Buat Saya dan Valentino Rossi Makin Dekat
Hanya saja, Gresini tak pernah naik kelas dan tetapi di 125cc hingga pensiun pada 1994. Dia kemudian mendirikan Gresini Racing pada 1997 dan langsung berkutat di kelas tertinggi, 500cc.
Awalnya Gresini Racing begitu loyal menggunakan motor Honda. Namun, karena komitmennya itu lah, Aprilia menunjuk Gresini untuk mengoperasikan tim pabrikan MotoGP sejak 2015.
2. Lucio Cecchinello

Sama seperti Gresini, Cecchinello menghabiskan karier sebagai pembalapnya di kelas 125cc. Cecchinello menjalani debut bersama tim Gazzaniga Racing pada 1993.
Namun, minimnya kesuksesan bersama Gazzaniga membuat Cecchinello pindah ke tim lain di 1994. Sekali lagi, hasilnya kurang memuaskan, dan dia akhirnya membuat tim sendiri, Lucio Cecchinello Racing (LCR) pada 1996.
Tak diduga, karier balap Cecchinello berjalan lebih sukses, dan akhirnya meraih tujuh kemenangan, sampai akhirnya pensiun pada 2003. Namun, kesuksesan lebih besar justru dirasakan oleh timnya sendiri, yang naik kelas ke 250cc pada 2002.
LCR kemudian merambah ke MotoGP pada 2006, dan menutup operasi kelas junior dua tahun kemudian. Kini, LCR menjelma menjadi salah satu tim satelit yang paling dihormati.
3. Jorge ‘Aspar’ Martinez

Dibandingkan Gresini dan Cecchinello, karier Martinez sebagai pembalap terbilang paling bersinar. Dia mengoleksi 37 kemenangan dan juga empat titel juara dunia. Dua di antaranya bahkan didapatkan di tahun yang sama, dengan menjadi juara dunia kelas 80cc dan 125cc pada 1988.
Setelah pensiun pada 1997, Martinez mendirikan timnya sendiri di musim berikutnya. Dia pun menggunakan julukannya sendiri, Aspar, untuk turun di kelas 125cc dan 250cc.
Baru kemudian tim Aspar terjun di kelas MotoGP pada 2010. Mereka lebih sering menjalin hubungan dengan Ducati, meski sempat beralih menggunakan Honda pada 2014 dan 2015.
Editor: Abdul Haris