Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Borong 3 Emas Asian Para Games 2026 dalam Sehari dari Bulutangkis
Advertisement . Scroll to see content

Bangkit dari Cedera 3 Bulan, Partin Muhlisin Pecahkan Rekor Asian Para Games 2026!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:45:00 WIB
Bangkit dari Cedera 3 Bulan, Partin Muhlisin Pecahkan Rekor Asian Para Games 2026!
Atlet para atletik Indonesia, Partin Muhlisin, berselebrasi usai merebut emas nomor lari 100 meter putra T63 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, Jumat (23/10/2026). (Foto: NPC Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

NAGOYA, iNews.id – Partin Muhlisin mencatatkan kisah kebangkitan luar biasa di Asian Para Games 2026. Sempat mengalami cedera hamstring hingga harus menepi selama lebih dari tiga bulan, pelari asal Magelang itu sukses merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games.

Prestasi membanggakan tersebut diraih Partin pada nomor lari 100 meter putra T63 di Nagoya, Jepang, Jumat (23/10/2026). Dia mencatatkan waktu 12,37 detik untuk menjadi pelari tercepat sekaligus mempersembahkan medali emas ke-14 bagi kontingen Indonesia.

Partin mengungguli pelari Thailand, Phalatip Khamta, dengan selisih 0,35 detik. Catatan waktunya tidak hanya mengantarkan Merah Putih ke podium tertinggi, tetapi juga memecahkan rekor Asian Para Games di nomor tersebut.

Keberhasilan itu membuat Partin diliputi rasa haru setelah melewati garis finis. Dia mengaku harus melalui persiapan panjang dan menghadapi persaingan ketat sebelum akhirnya memastikan kemenangan.

"Perasaannya luar biasa, senang sekali. Prosesnya lumayan lama setelah kita dari Thailand. Persiapan memang sudah disiapkan oleh tim pelatih untuk kejuaraan ini, dan gol puncaknya memang untuk di Nagoya ini," ujar Partin dikutip dari rilis resmi NPC Indonesia, Jumat (23/10/2026).

Partin mengungkap persaingan di lintasan sempat membuatnya khawatir. Dia harus mempertahankan keunggulan hingga meter terakhir karena sejumlah pesaing memiliki kemampuan mengejar ketertinggalan menjelang finis.

"Cukup emosional karena yang ditakutkan dari pelari-pelari T42 itu kan dikejar di bagian akhir (oleh atlet T63). Tapi Alhamdulillah, sangat emosional sekali karena bisa mempertahankan posisi sampai akhir," lanjutnya.


Sempat Cedera Hamstring, Bangkit Pecahkan Rekor

Di balik keberhasilannya, Partin ternyata sempat menghadapi masa sulit. Dia mengalami cedera hamstring pada awal tahun setelah mengikuti ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

Cedera pada otot paha bagian belakang tersebut memaksanya menghentikan aktivitas pertandingan selama lebih dari tiga bulan. Partin harus menjalani pemulihan sebelum dapat kembali berlatih secara maksimal.

"Sempat dilanda cedera di awal tahun, cederanya di bagian hamstring belakang kurang lebih tiga bulan. Tapi Alhamdulillah, H-3 bulan sebelum kejuaraan ini sudah benar-benar total sembuh," ungkap Partin.

Setelah kondisinya pulih, Partin kembali menjalani program latihan intensif bersama tim pelatih para atletik Indonesia. Persiapan dilakukan secara terstruktur untuk mengembalikan kemampuan terbaiknya menjelang Asian Para Games 2026.

Program latihan tersebut berlangsung rutin setiap pagi dan sore. Dia hanya mendapatkan waktu istirahat pada hari Minggu dan Sabtu sore.

"Untuk latihannya sendiri kami sudah terstruktur sama tim pelatih. Jadi setiap pagi sore tentunya, yang libur cuma hari Minggu sama Sabtu sore," kata dia.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil di Nagoya. Partin berhasil mengatasi persaingan di lintasan dan menutup perjuangan cabang olahraga para atletik Indonesia dengan torehan medali emas serta rekor baru.


Persembahkan Emas untuk Orang Tua

Meski sukses mencetak sejarah, Partin belum merasa puas dengan pencapaiannya. Dia sudah memasang target baru untuk menghadapi kejuaraan internasional berikutnya, termasuk Kejuaraan Dunia Para Atletik 2027 di Uzbekistan.

Partin ingin mempertajam catatan waktu lari 100 meternya hingga mencapai 12,00 detik. Target tersebut menjadi tantangan berikutnya setelah dia membukukan catatan terbaik pribadi 12,22 detik.

"Catatan waktu tetap di 12,00 detik targetnya. Paling best saat ini 12,22 detik, masih ada 0,22 detik lagi yang harus dikejar. Semoga tercapai," ungkapnya optimistis.

Target tersebut juga menjadi bagian dari ambisinya untuk meningkatkan daya saing hingga level Paralimpiade. Partin berharap dapat terus memperbaiki performa melalui program latihan bersama tim pelatih.

Di tengah kebahagiaannya, Partin tidak melupakan orang-orang yang mendukung perjuangannya. Dia mempersembahkan medali emas tersebut kepada kedua orang tuanya di Desa Wonocoyo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Kemenangan ini terutama untuk kedua orang tua saya yang ada di Indonesia, di Desa Wonocoyo, Kaliangkrik, Magelang. Dan juga kepada para pelatih, tim para atletik, serta terutama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih banyak atas doa dan dukungannya selama ini," tutur Partin.

Keberhasilan Partin sekaligus melengkapi perolehan medali cabang para atletik Indonesia pada hari terakhir pertandingan. Selain emas dari nomor lari 100 meter T63, tiga atlet lainnya turut menyumbangkan medali.

Ansyari memperoleh medali perak pada nomor lempar lembing putra F40-41. Saptoyogo Purnomo juga meraih perak melalui nomor lari 200 meter putra T37, sedangkan Rica Oktavia menyumbangkan perunggu dari lompat jauh putri T20.

Secara keseluruhan, tim para atletik Indonesia menutup Asian Para Games 2026 dengan koleksi 22 medali. Rinciannya terdiri atas tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu.

Tambahan medali tersebut membuat kontingen Indonesia mengoleksi 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu, atau total 71 medali. Hingga Jumat (23/10/2026), Indonesia menempati posisi kedelapan klasemen sementara Asian Para Games 2026.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut