Battle for Legacy Meriah, Django dan Efren Bangga Tampil Bersama Artis Tanah Air
JAKARTA, iNews.id - Django Bustamante dan Efren Reyes merasakan pengalaman spesial saat tampil dalam laga ekshibisi Battle for Legacy bersama artis dan atlet Tanah Air di The Cue House, Jakarta Barat, Rabu (11/2/2026).
Dua legenda biliar dunia asal Filipina itu mengaku terkesan dengan antusiasme pecinta biliar Indonesia. Atmosfer meriah langsung terasa sejak awal pertandingan yang digelar di venue milik Kevin Tandra, Aryanti Kardi, dan Raffi Sanjaya S.
Battle for Legacy bukan sekadar laga ekshibisi biasa. Ajang ini mempertemukan legenda dunia dengan figur publik Indonesia dalam satu panggung, menciptakan magnet besar bagi penggemar olahraga biliar.
Empat artis turut ambil bagian dalam pertandingan tersebut. Mereka adalah Baim Wong (Team Efren), Wijaya Kusuma atau Wijin (Team Efren), Fauzan Nazrul (Team Django), dan Rhomedal Aquino (Team Django).
Carabao International Open 2026 Jadi Panggung Dunia, POBSI Dorong Pebiliar Indonesia Unjuk Gigi
Django Bustamante mengaku bangga bisa bermain dalam suasana yang berbeda dari turnamen resmi. Dia merasakan energi positif dari kolaborasi antara atlet profesional dan publik figur.
“Kami bangga bisa bermain dengan para artis yang sangat terkenal di sini. Ini pengalaman yang luar biasa dan kami merasa sangat beruntung,” ujar Django.
Ketum PB POBSI Hary Tanoesoedibjo Lepas Atlet Biliar ke SEA Games 2025
Menurut Django, keterlibatan artis dan atlet dalam olahraga biliar memberi dampak besar terhadap perkembangan olahraga ini. Dia menilai partisipasi publik figur mampu memancing minat generasi muda untuk mencoba biliar secara serius.
Kejurnas POBSI 2025 Lahirkan Talenta Biliar Luar Biasa, Rektor MNC University Terpukau
“Ini sangat bagus untuk Indonesia. Ketika aktor dan atlet basket bermain biliar, itu menginspirasi pemain muda. Mungkin suatu hari nanti akan semakin banyak orang bermain biliar di sini,” katanya.
Django juga membagikan pesan penting untuk atlet muda yang ingin mengikuti jejaknya. Dia menekankan disiplin, latihan konsisten, serta menjaga pendidikan sebagai fondasi utama.
“Kami dulu berlatih seharian penuh saat masih muda. Kuncinya latihan, konsentrasi, tidur cukup, dan jangan lupa sekolah. Itu sangat penting,” tegasnya.
Efren Reyes merasakan kesan serupa. Meski telah tampil di berbagai negara dan turnamen besar dunia, dia mengaku tetap merasakan tekanan setiap kali bertanding.
“Saya bermain di banyak negara di seluruh dunia, tapi tetap saja merasa gugup. Itu selalu ada,” ujar Reyes.
Reyes juga memberi pesan tegas untuk pemain muda Indonesia. Dia meminta mereka menuntaskan pendidikan sebelum fokus penuh mengejar karier profesional di biliar.
“Selesaikan sekolah dulu. Setelah itu baru fokus ke biliar,” pesannya.
Kehadiran Django Bustamante dan Efren Reyes di Jakarta bukan sekadar tontonan hiburan. Momen ini menjadi dorongan besar bagi perkembangan biliar nasional serta membuka ruang inspirasi bagi generasi baru yang ingin menembus level dunia.
Editor: Reynaldi Hermawan