Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ana/Trias Tersingkir Dramatis di Perempat Final Malaysia Open 2026
Advertisement . Scroll to see content

Begini Cara Apriyani/Fadia Menang Comeback atas Duet Jepang di BWF World Tour Finals 2023

Rabu, 13 Desember 2023 - 16:52:00 WIB
Begini Cara Apriyani/Fadia Menang Comeback atas Duet Jepang di BWF World Tour Finals 2023
Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengalahkan duet Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara 11-21, 21-16 dan 21-18 pada BWF World Tour Finals 2023 di Hangzhou, Rabu (13/12/2023) siang. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

HANGZHOU, iNews.idApriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti membongkar bagaimana caranya mereka berhasil melakukan comeback atas duet Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dalam laga pertama Grup A BWF World Tour Finals 2023. 

Ganda putri Indonesia memulai ajang penutup tahun itu dengan kemenangan 11-21, 21-16 dan 21-18 di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, Rabu (13/12/2023) siang.

Prifad -sebutan duet Apriyani/Fadia- terlambat panas di game pertama. Imbasnya, mereka langsung tertinggal jauh 3-8. 

Mereka benar-benar kesulitan mengimbangi permainan lawan. Alhasil, mereka semakin ketinggalan 10-16 dan kalah telak 11-21 di game pertama.

Setelah rehat, Prifad mampu memperbaiki penampilannya di game kedua. Mereka memimpin 11-8 saat interval. 

Mereka pun terus mendominasi dengan memenangkan reli-reli panjang yang terjadi sehingga bisa memperlebar jarak menjadi 15-10 dan sukses merebut game kedua dengan kemenangan 21-16.

Pada game ketiga, Apriyani/Fadia unggul 6-4 lebih dulu sebelum Matsumoto/Nagahara mengejar dan berbalik unggul 8-7. Beruntung mereka dengan cepat menemukan sentuhan terbaik lagi untuk kembali memimpin di angka 12-8 dan 17-13. 

Walau lawan sempat mendekat di angka 17-19, duet Pelatnas PBSI itu akhirnya berhasil mengunci kemenangan 21-18 setelah bertarung selama 1 jam 23 menit.

Usai pertandingan, Prifad membeberkan kunci suksesnya memenangkan pertandingan pertama itu. 

“Alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan dan dalam keadaan sehat. Kami tadi berupaya untuk dapat satu poin demi satu poin dulu, kami tidak memikirkan menang atau kalah tapi bagaimana menampilkan yang terbaik,” kata Apriyani dikutip dari rilis PBSI, Rabu (13/12/2023).

Prifad mengungkapkan kekalahan telak di game pertama terjadi akibat mereka belum menemukan pola permainan yang tepat untuk melawan Matsumoto/Nagahara. Selain itu, mereka juga bermain terburu-buru.

“Di game pertama kami belum terlalu yakin akan main seperti apa tapi di game kedua kami sudah mulai menemukan pola yang tepat. Kami juga harus bermain sabar,” ujar Fadia.

“Kami menjadi buru-buru di poin-poin terakhir, pikirannya bukan ingin dapat poin tapi bagaimana mematikan mereka. Jadinya banyak membuang-buang kesempatan,” ucapnya.

Juara Hong Kong Open 2023 itu pun mengungkapkan, mereka sukses melakukan comeback karena mampu bermain lebih sabar meladeni reli-reli panjang yang terjadi. Di samping itu, mereka menilai duet Negeri Sakura tampil dalam tekanan sehingga juga kerap kali melakukan kesalahan sendiri.

“Lawan saya lihat mungkin di bawah tekanan juga, mereka pastinya ingin menang tapi ada hilang-hilang poin sendiri. Itu yang kami ambil kesempatannya terutama di game kedua lalu berlanjut di game ketiga,” Apriyani menjelaskan.

“Kami coba konsisten dengan pola permainan kami, jaga komunikasi juga dengan Fadia dan mas Pras (Prasetyo Restu Basuki, pelatih ganda putri) dan bersyukur semua berjalan dengan baik,” katanya.

“Seperti yang kami sampaikan kemarin, kami harus bermain sabar dengan ganda putri Jepang. Mengadu reli sampai menemukan celah untuk mendapatkan poin. Di game ketiga sempat beberapa kali melakukan kesalahan sendiri tapi beruntung fokus kami bisa kembali lagi,” tuturnya lagi.

Dengan hasil tersebut, Apriyani/Fadia sementara berada di posisi kedua klasemen Grup A. Mereka hanya kalah selisih game dari unggulan pertama China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, yang menghajar kompatriot mereka, Liu Sheng Su/Tan Ning, 21-14 dan 21-17.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut