Begini Reaksi Media-Media Dunia atas Meninggalnya Kobe Bryant
PARIS, iNews.id – Jurnalis dari seluruh dunia, baik di bidang olahraga atau bukan, kompak memberi penghormatan kepada juara NBA, dan peraih dua medali emas Olimpiade Kobe Bryant yang meninggal dalam kecelakaan helikopter, Senin (27/1/2020) dini hari WIB.
Pebasket legendaris berusia 41 tahun itu mengalami insiden nahas tersebut saat mengantarkan putrinya, Gianni Maria-Onore Bryant, untuk menjalani pertandingan bola basket.
Kondisi yang berkabut membuat helikopter yang ditumpanginya sulit dikendalikan dan kehilangan kendali pada pukul 10.00 waktu setempat di dekat Las Virgenes Road, kawasan selatan Agoura Road.
Helikopter itu terlihat terbang rendah, sebelum akhirnya terjatuh dan terbakar di sebuah bukit wilayah Calabasas, California, Amerika Serikat. Bryant dan putrinya tewas bersama tujuh orang lainnya.
Merespons kabar duka ini, majalah olahraga Amerika Serikat Sports Illustrated menerbitkan foto hitam putih bergambar Bryant dengan headline: “Kobe Bryant, 1978-2020,” dikutip AFP. Di bawah, itu diposting tautan ke setiap sampul yang menampilkan sang megabintang.
“Bagaimana itu terjadi? Kobe lebih kuat dari helikopter apa pun,” tulis Bill Plaschke di Los Angeles Times, surat kabar kota yang memuja Bryant, yang memenangkan lima gelar NBA bersama LA Lakers.
“Dia bahkan tidak membutuhkan helikopter. Selama 20 tahun dia terbang dengan kehebatannya sambil membawa kota terengah-engah bersamanya,” tulis Plaschke.
Di ujung lain negara itu, situs web New York Times memuat profil panjang Bryant, menyebut kariernya yang luar biasa, serta menyebutkan tuduhan pemerkosaan tahun 2003 yang ditujukan kepadanya.
“Kobe Bryant mempersonifikasikan alpha olahraga modern,” tulis Jason Gray dalam sebuah artikel di Wall Street Journal yang bertajuk "What Kobe Bryant Meant".
Kesedihan juga sangat terasa di Eropa, khususnya Italia, di mana Bryant menghabiskan sebagian masa kecilnya dan di mana ayahnya bermain bola basket profesional.
Di Italia, La Gazzetta dello Sport mengeluarkan tajuk “La Tragedia” atau yang artinya “Tragedi”. Koran itu memberikan penghormatan kepada Bryant yang fasih berbahasa Italia.
La Gazzetta juga mem-posting video tentang Bryant muda bermain bola basket di Pistoia di Tuscany.
Sementara harian olahraga Corriere dello Sport mengingat cinta Bryant untuk Italia dan sepak bola. Dia adalah penggemar berat AC Milan, mengutip legendaris AS Roma Francesco Totti yang mengatakan dia merasa terhormat telah mengenal figure juara dari Amerika Serikat itu.
Beralih ke Prancis, tempat Bryant juga tinggal sebentar ketika masih remaja. L'Equipe mendedikasikan sembilan halaman untuk meninggalnya sang bintang, di bawah foto Bryant yang berpose melawan cakrawala Paris.
“Basket saja tidak menentukan saya,” katanya pada 2017.
Marca juga tak mau ketinggalan menunjukkan penghormatannya. Harian olahraga paling populer di Spanyol itu berbicara tentang “rasa sakit dan kemuliaan” setelah kematian Bryant.
“Sebagian besar pemain dikonsumsi oleh maraton NBA atau dihancurkan oleh 82 pertandingan, ditambah playoff, tahun demi tahun,” tulis Roy Ward di Sydney Morning Herald.
“Kobe adalah salah satu sosok langka yang melampaui kesibukan. Dia bekerja sendiri sampai dia bisa berdiri untuk setiap perjalanan, setiap cedera, setiap minuman keras; setiap tembakan yang terlewat dan setiap kehilangan.”
Editor: Abdul Haris