Bikin Petugas Hotel Patah Tulang, Atlet Judo Peraih Emas 2016 Dicoret dari Paralimpiade 2020
TOKYO, iNews.id- Atlet Judo Paralimpiade asal Georgia, Zviad Gogotchuri dicoret dari ajang Paralimpiade Tokyo 2020 oleh Komite Paralimpiade Internasional (IPC). Dia dicoret setelah ditangkap karena melakukan penyerangan kepada seorang penjaga keamanan di sebuah hotel.
Zviad Gogotchuri merupakan peraih medali emas cabang olahraga (cabor) judo nomor 90 kg putra di Paralimpiade Rio 2016. Dia dituduh telah mematahkan tulang rusuk seorang penjaga keamanan yang berusia sekitar 60 tahun pada Kamis (12/8/2021).
Dilaporkan dari Japan Today, Sabtu (21/8/2021), insiden itu terjadi ketika Gogotchuri dikarantina di hotel setelah rekan satu negaranya terinfeksi covid-19. Atlet berusia 34 tahun itu bersama beberapa atlet Georgia yang lain diperingatkan oleh penjaga keamanan yang berbeda.
Mereka diperingatkan karena membuat kebisingan saat minum di koridor lantai enam sebuah hotel di Tokyo. Setelah itu, Gogotchuri marah lalu melompat dan mencekik petugas keamanan.
Lepas 7 Atlet ke Paralimpiade Tokyo 2020, Ganjar: Jaga Nama Baik Jateng, Bangsa dan Negara
Dicoretnya Gogotchuri dari Paralimpiade Tokyo 2020 tentu menjadi pukulan berat bagi Georgia. Selain mencemarkan nama baik negara, Gogotchuri juga tidak bisa mempertahankan medali emas yang didapatnya pada Rio 2016. Padahal, dia sudah dijadwalkan akan bertanding cabor Judo nomor 100 kg pada Selasa, (24/8/2021).
Target Indonesia di Paralimpiade 2020: Raih 6 Medali di Antaranya Emas-Perak Bulu Tangkis
IPC juga memberi hukuman kepada salah satu atlet Georgia yang ikut minum-minum dengan Gogotchuri. Atlet itu dihukum tidak boleh mengikuti latihan selama tiga hari.
Selain itu, IPC juga memberikan peringatan keras kepada 15 anggota Tim Nasional Georgia yang menginap di hotel tersebut. Sebelumnya pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, dua orang atlet Georgia juga dicabut akreditasinya setelah melanggar protokol kesehatan dengan meninggalkan wisma atlet untuk jalan-jalan.
Atlet Paralimpiade Korsel Hilang Setelah Jatuh dari Gunung di Pakistan
Sekadar informasi, karena pandemi virus corona, Paralimpiade Tokyo 2020 yang melibatkan hingga 4.400 atlet dari seluruh dunia, akan diadakan tanpa penonton dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Aturan itu diterapkan untuk mencegah penyebaran covid-19 selama penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan itu.
Editor: Ibnu Hariyanto