Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Padel Indonesia Raih Medali Perak di Asian Games 2026, Fadona/Fitriani Kalah dari Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Bintang/Sofyan Gagal Raih Emas Asian Games 2026, Cedera Jadi Faktor Penentu di Final

Minggu, 04 Oktober 2026 - 06:45:00 WIB
Bintang/Sofyan Gagal Raih Emas Asian Games 2026, Cedera Jadi Faktor Penentu di Final
Bintang Akbar cedera di final voli pantai Asian Games 2026. (Foto: NOC Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

HEKINAN, iNews.id - Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi harus puas meraih medali perak voli pantai putra Asian Games 2026. Cedera Bintang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perjuangan mereka di partai final.

Bintang/Sofyan menghadapi pasangan Qatar Cherif Samba/Ahmed Janko di Kota Hekinan, Prefektur Aichi, Jepang, Sabtu (3/10/2026). Wakil Indonesia akhirnya kalah dengan skor 1-3 (21-19, 16-21, dan 9-15).

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Bintang/Sofyan mampu mengamankan set pertama dengan skor 21-19, tetapi pasangan Qatar bangkit dan mengambil set kedua dengan skor 16-21.

Situasi semakin sulit bagi Indonesia pada set penentuan. Bintang mengalami cedera setelah menginjak kaki pemain Qatar di dekat net saat terjadi blok. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi pergerakannya di lapangan.

Pelatih voli pantai putra Indonesia Andi Ardiansyah menjelaskan insiden tersebut terjadi ketika kaki pemain Qatar masuk ke area permainan Indonesia. Cedera awalnya tidak langsung terasa berat, tetapi rasa sakit semakin muncul seiring pertandingan berjalan.

“Bintang cedera karena menginjak kaki lawan. Kaki lawan masuk ke lapangan kita saat mengeblok. Dari awal tidak begitu terasa, tetapi lama-lama terasa sakit," kata Andi dalam keterangannya.

Kondisi Bintang semakin mengkhawatirkan setelah pertandingan selesai. Andi mengungkapkan kaki Bintang mengalami pembengkakan hingga membuat sang pemain kesulitan berjalan.

"Bintang tidak bisa jalan setelah bermain, kakinya bengkak. Bukan rezeki kita,” tambahnya.

Andi menilai duel final sebenarnya berjalan cukup berimbang. Namun, rasa sakit pada kaki Bintang membuat pergerakannya tidak lagi maksimal sehingga memengaruhi permainan pasangan Indonesia.

“Secara permainan kedua tim berimbang. Mungkin kalau tidak cedera, beda hasilnya karena pergerakan menjadi sakit. Sebenarnya anak-anak bermain sesuai instruksi,” ujarnya.

Cedera tersebut juga membuat tim pelatih harus mengevaluasi agenda Bintang/Sofyan setelah Asian Games 2026. Pasangan Indonesia sebelumnya dijadwalkan mengikuti tur di Turki mulai 13 Oktober 2026.

Setelah rangkaian pertandingan di Turki, Bintang/Sofyan juga dijadwalkan melanjutkan tur ke Jepang. Namun, kondisi cedera Bintang membuat keikutsertaan mereka dalam agenda terdekat masih harus dipantau.

“Rencana ikut tur ke Turki 13 Oktober bisa batal. Namun, kita lihat kondisinya. Setelah Turki ada tur ke Jepang,” kata Andi.

Di sisi lain, Cherif/Ahmed bukan pasangan sembarangan. Wakil Qatar tersebut memiliki rekam jejak kuat di level internasional dan berhasil mempertahankan dominasi mereka di Asian Games.

Cherif/Ahmed merupakan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Pasangan Qatar itu juga berstatus juara bertahan Asian Games setelah sebelumnya meraih medali emas pada edisi 2018 dan 2022.

Bagi Bintang/Sofyan, medali perak tetap menjadi hasil penting dalam perjuangan mereka di Asian Games 2026. Namun, cedera Bintang menjadi bagian penting dari perjalanan final yang membuat peluang Indonesia untuk merebut emas akhirnya berakhir.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut