Biodata dan Agama Apriyani Rahayu, Pebulu Tangkis Andalan Indonesia yang Performanya Sempat Menurun
JAKARTA, iNews.id - Biodata dan agama Apriyani Rahayu tengah menarik untuk dibicarakan. Ia rencananya akan tampil dalam ajang BWF World Championships 2023 bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti di nomor ganda putri.
Keduanya ditargetkan oleh sang pelatih Eng Hian untuk memperoleh medali emas dalam kejuaraan yang akan digelar di Copenhagen, Denmark pada 21-26 Agustus 2023 tersebut. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri mengingat performa mereka sempat menurun.
Lantas, bagaimana sosok Apriyani Rahayu? Berikut ini adalah profil dan biodatanya.
Apriyani Rahayu yang akrab disapa Apri atau Ani lahir di Konawe, Sulawesi Tenggara, 29 April 1998. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan suami-istri, Ameruddin dan Siti Jauhar.
Apriyani/Fadia Ungkap Penyebab Performanya Turun Drastis, Ternyata Ada Masalah Serius
Sejak kecil, bakat dan kegemarannya dalam bermain bulu tangkis sudah terlihat. Beruntungnya, kedua orang tua Apriyani Rahayu mendukung bakat sang putri.
Ayahnya bahkan membuatkan Apriyani Rahayu raket dari kayu dan kok dari jerami untuk menyalurkan hobinya tersebut. Karena terus-menerus dilatih, ia pun kini menjelma menjadi salah satu pemain badminton terbaik yang dimiliki Indonesia.
Berbagai penghargaan pun telah ia torehkan sepanjang kariernya. Dilansir dari berbagai sumber, perihal keyakinan Apriyani Rahayu merupakan penganut agama Islam.
Sepanjang tahun 2023, pencapaian terbaik Apriyani/Fadia hanyalah menembus babak semifinal di Malaysia Open dan Swiss Open. Mereka bahkan terlempar ke 10 besar dalam daftar pemain terbaik dunia setelah sebelumnya berhasil bertengger di posisi ke-5.
Kendati demikian, baik Apriyani maupun Fadia tetap optimis memperoleh medali emas untuk Indonesia pada BWF World Championships 2023.
"Kita sudah ditargetkan pelatih dan akan memberikan yang terbaik," kata Apriyani kepada awak media, seperti dikutip iNews.id dari Okezone, Rabu (16/8).
"Targetnya adalah medali,"imbuh Fadia.
Apriyani Rahayu debut di cabang olahraga bulu tangkis dengan bergabung di klub Pelita Bakrie pada tahun 2011. Empat tahun kemudian, ia pindah ke klub Jaya Raya Jakarta.
Kemampuannya yang mumpuni membuatnya ditarik untuk memperkuat Timnas Badminton Indonesia di level junior pada tahun 2014-2016. Di awal bergabung, Apriyani Rahayu berhasil membawa medali perak di nomor ganda putri bersama Rosyita Eka Putri Sari pada Kejuaraan Dunia Junior 2014.
Lalu di tahun 2015, ia lagi-lagi berhasil meraih medali perunggu untuk nomor ganda campuran pada Kejuaraan Dunia Junior. Apriyani Rahayu kembali menyabet medali perunggu pada tahun 2016.
Barulah di tahun 2017, gadis yang kerap berpenampilan tomboy ini resmi berlatih untuk Timnas level senior. Duetnya bersama Greysia Polii pada Olimpiade Tokyo 2020. membawa Indonesia meraih medali emas.
Prestasi itu membuat keduanya sempat menempati posisi ke-6 sebagai ganda putri terbaik dunia. Bahkan sebelumnya, Apriyani dan Greysia Polii juga berhasil meraih medali emas dalam ajang Asean Games 2019.
Editor: Komaruddin Bagja