Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Serang Iran Jelang MotoGP Qatar 2026! 5 Pabrikan Tak Gentar, Yamaha Mundur
Advertisement . Scroll to see content

Bos MotoGP Sebut Marc Marquez Bisa Pensiun Dini, Aturan Gila Jadi Pemicu

Rabu, 04 November 2026 - 17:00:00 WIB
Bos MotoGP Sebut Marc Marquez Bisa Pensiun Dini, Aturan Gila Jadi Pemicu
Carlo Pernat memprediksi Marc Marquez bisa meninggalkan MotoGP pada akhir 2027 (Foto: Crash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Marc Marquez diprediksi meninggalkan MotoGP lebih cepat dari masa kontraknya bersama Ducati setelah tekanan terhadap pembalap semakin meningkat di bawah kepemilikan baru Liberty Media.

Prediksi mengejutkan itu disampaikan Carlo Pernat, sosok veteran paddock MotoGP yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia balap motor. Dia menilai Marquez kemungkinan hanya akan bertahan satu musim lagi sebelum memutuskan mengakhiri kariernya di kelas utama.

Padahal, kontrak pembalap asal Spanyol tersebut bersama Ducati masih berlaku hingga akhir 2028. Namun, Pernat melihat situasi MotoGP saat ini bisa membuat Marquez mempertimbangkan masa depannya lebih cepat.

Pernat bukan sosok asing di dunia balap. Dia memulai kiprahnya bersama Gilera pada 1979, sebelum melanjutkan pekerjaan di Cagiva dan Aprilia, baik dalam kompetisi motocross maupun balap sirkuit.

Pengalamannya berlanjut di paddock MotoGP sebagai manajer sejumlah pembalap, termasuk Marco Simoncelli, Tony Arbolino, dan Enea Bastianini. Dia juga mengikuti perjalanan karier Marquez hampir sepanjang kiprah pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut.

Pernat bahkan menilai kemenangan Marquez di MotoGP Malaysia sudah menjadi pukulan telak bagi persaingan perebutan gelar juara dunia. Menurut dia, hasil tersebut praktis membuat gelar dunia ke-10 Marquez tinggal menunggu kepastian matematis.

“Marc [Marquez] benar-benar memberikan pukulan yang hampir menentukan bagi perebutan gelar juara dunia,” kata Pernat dalam acara Fast edisi setelah balapan di Sepang yang disiarkan GPOne.

Dia kemudian menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan Marquez. Pernat menyebut pembalap Spanyol itu memiliki kemampuan luar biasa yang sulit disamai pembalap lain.

“Bagi mereka yang belum memahami, saya tidak pernah ragu, bahkan hampir tidak pernah punya keraguan: dia benar-benar seperti makhluk dari planet lain. Makhluk dari planet lain yang datang dengan pesawat luar angkasa yang indah dan menunjukkan hal-hal luar biasa," tuturnya.

“Selama dia masih di sini, dia akan menang, lalu dia akan pergi dengan pesawat luar angkasanya.”

Tekanan Liberty Media Bisa Percepat Kepergian Marquez

Meski masih memiliki kontrak hingga 2028, Pernat memperkirakan Marquez akan bertahan satu musim lagi sebelum meninggalkan MotoGP pada akhir 2027. Dia menilai perubahan di bawah kepemilikan Liberty Media turut memengaruhi kehidupan para pembalap.

Menurut Pernat, tuntutan yang semakin besar membuat kehidupan pembalap tidak lagi ideal. Kondisi tersebut dinilai semakin berat bagi Marquez yang sudah menjalani karier panjang sebagai pembalap pabrikan selama 14 tahun di MotoGP.

Selain tekanan kompetisi, faktor fisik juga menjadi pertimbangan penting. Tubuh Marquez telah melewati berbagai cedera dan proses pemulihan, terutama sejak 2020.

“Dia mungkin akan pergi,” ujar Pernat.

“Saya pikir dia akan menjalani satu tahun lagi, tahun depan, karena jelas dia masih memiliki kontrak," ucapnya.

Pernat kemudian menyinggung perubahan yang terjadi setelah Liberty Media mengambil alih kepemilikan MotoGP. Dia melihat Marquez sebagai salah satu pembalap yang ingin mengurangi berbagai tekanan di luar lintasan.

“Namun, dengan semua yang terjadi bersama kepemilikan baru Liberty Media di MotoGP, sejujurnya saya pikir Marc termasuk salah satu orang yang ingin menghilangkan gangguan tersebut," tuturnya.

“Kalian bisa melihat dia mulai menjadi semacam pemimpin bagi para pembalap dalam berbagai persoalan.”

Pernat juga menilai Marquez ingin mengakhiri karier balapnya dalam kondisi fisik dan mental yang sehat. Keinginan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan regulasi dan padatnya aktivitas akhir pekan balapan.

“Dia ingin mencapai usia pensiun dari dunia balap motor, dalam satu atau dua tahun, dengan kondisi sehat.”

Pernat turut menyoroti sejumlah tuntutan baru dalam kalender MotoGP, mulai dari aktivitas latihan pada Jumat dan Sabtu hingga 44 kali start. Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut membuat kehidupan pembalap semakin berat dan berisiko.

“Dengan semua aturan baru yang mereka perkenalkan, latihan pada Jumat, Sabtu, 44 kali start, Marc menyadari kehidupan sebagai pembalap tidak lagi menyenangkan. Ini menjadi kehidupan seperti orang yang mengasingkan diri, sekaligus sangat berbahaya dari sisi fisik maupun mental.”

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut