Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Juara Umum di Thailand Masters 2026, PBSI Belum Puas
Advertisement . Scroll to see content

Cabor Bulu Tangkis Jeblok di Olimpiade Paris 2024, PBSI Siap Evaluasi Menyeluruh

Selasa, 06 Agustus 2024 - 14:13:00 WIB
Cabor Bulu Tangkis Jeblok di Olimpiade Paris 2024, PBSI Siap Evaluasi Menyeluruh
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, tersingkir di babak grup Olimpiade Paris 2024. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id – Cabang olahraga (cabor) bulu tangkis Indonesia tampil jeblok pada Olimpiade Paris 2024. Cabor andalan kontingen Indonesia itu gagal meraih hasil yang diharapkan.

Terdapat sembilan atlet bulu tangkis Indonesia yang berlaga di Olimpiade Paris 2024. Mereka adalah satu tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, dua tunggal putra Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, satu ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, satu ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan satu ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Sayangnya, hanya Gregoria saja yang berhasil menyabet medali di Olimpiade Paris 2024. Tunggal putri berusia 24 tahun itu meraih medali perunggu setelah wakil Spanyol, Carolina Marin mengalami cedera lutut dan tidak dapat melanjutkan penampilannya di semifinal.

Kekecewaan pun menyeruak. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) langsung menjadi sorotan. Pasalnya, cabor bulu tangkis diharapkan bisa mendulang banyak medali. Namun kenyataannya, hanya satu medali yang didapat itu pun bukan emas. Padahal, bulu tangkis Indonesia punya tradisi meraih medali emas olimpiade.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PBSI (PP PBSI), Fadil Imran, mengatakan, pihaknya siap melakukan evaluasi menyeluruh terkait hasil tersebut. Dia sadar, PBSI bertanggung jawab atas hasil jeblok bulu tangkis Indonesia. 

“Tentu atas segala hal capaian ini semua merasa sedih dan terpukul. Saya pun merasa demikian. Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh setelah pulang ke tanah air,” ujar Fadil dalam rilis NOC Indonesia, dikutip Selasa (6/8/2024).

“Nanti saya siapkan forum, semua saya undang kita semua akan mendapatkan masukan dari media, pemerhati bulutangkis, badminton lovers tentang apa yang harus kita benahi ke depan dan PBSI akan bertanggung jawab atas hasil di Paris ini,” katanya.

Jonatan, Ginting, Apri/Fadia, dan Rinov/Pitha harus terhenti langkahnya di babak penyisihan grup. Sementara Fajar/Alfian gugur di perempat final usai kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang asal China.

Meski begitu, Fadil tetap mengapresiasi perjuangan para atletnya di Olimpiade Paris 2024. Secara khusus, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim AdHoc Olimpiade itu menyampaikan rasa syukur atas medali yang didapat Gregoria.

“Gregoria betul-betul menunjukan semangat sebagai atlet profesional. Saya apresiasi luar biasa kepada mereka,” ucap Fadil.

“Saya mengapresiasi tidak hanya Gregoria tapi semua saya mengucapkan terima kasih atas pengorbanan waktu tenaga dan pikirannya. Saya tidak melihat dari sisi kalah dan menang saja, tapi dari perspektif mereka telah berusaha itu yang harus saya apresiasi dan ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut