Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil All England 2026: Rian/Rahmat Dibungkam Ganda China di Perempat Final
Advertisement . Scroll to see content

Coach Herry IP Tak Mau Terus Andalkan Marcus/Kevin di Sektor Ganda Putra, Ada Apa?

Senin, 06 Desember 2021 - 08:40:00 WIB
Coach Herry IP Tak Mau Terus Andalkan Marcus/Kevin di Sektor Ganda Putra, Ada Apa?
Coach Herry Iman Pierngadi tak mau terus mengandalkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sebagai tumpuan terakhir di sektor ganda putra.. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

NUSA DUA, iNews.id- Coach Herry Iman Pierngadi tak mau terus mengandalkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sebagai tumpuan terakhir di sektor ganda putra. Dia ingin pemain ganda putra lainnya juga tampil menonjol.

Selama tiga turnamen di Indonesia Badminton Festival 2021, Tim Merah Putih hanya bisa menggondol satu gelar. Gelar tersebut dipersembahkan oleh Marcus/Kevin yang sukses tampil sebagai juara di Indonesia Open 2021.

Pada dua turnamen lain yakni Indonesia Masters dan BWF World Tour Finals 2021, Marcus/Kevin juga menembus partai puncak. Namun, Minions harus puas dengan titel runner-up.

Herry IP sejatinya tidak hanya ingin terus mengandalkan Marcus/Kevin. Dia berharap ada nama-nama lain yang bisa menonjol agar tidak semua beban tertuju pada The Minions.

"Sebenarnya saya berharap bisa ada yang lain. Akan tetapi masih belum bisa dan butuh waktu, butuh proses supaya tidak hanya mengandalkan Marcus/Kevin," ungkap Herry di Bali International Convention Centre, Minggu (5/12/2021).

Kini, Herry IP akan mencoba untuk menaruh harapan besar kepada pasangan-pasangan muda yang telah ikut bersaing sengit di berbagai turnamen kelas atas pada tahun ini. Sebut saja seperti Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.

"Kita ada tiga pasang, Pram/Yere, Leo/Daniel, dan Bagas/Fikri, tahun ini mereka baru main di level atas. Biasanya cuma main di 100, 300. Sekarang mereka sudah main di 500 sampai 1000," kata Herry IP.

"Mereka harus lebih sering main lawan 10 besar dunia, supaya bisa mencoba seberapa jauh kemampuan mereka melawan pemain top dunia. Karena selama latihan di Indonesia kan sudah ketemu Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, Fajar/Rian," tuturnya.

Dia menilai seiring jam terbang terus bertambah, pasangan muda Indonesia akan semakin matang. Dengan demikian, Leo/Marthin hingga Pramudya/Yeremia bisa sejajar dengan pemain top dunia.

"Kita butuh pemain-pemain negara lain yang 10 besar dunia untuk melawan mereka, supaya saya sebagai pelatih bisa mengukur kemampuan mereka. Saya maunya lebih cepat untuk sejajarkan mereka dengan pemain top," ujarnya.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut