Demam, Liliyana Batal Tampil di Jepang Terbuka 2018

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Minggu, 09 September 2018 - 18:49 WIB
Demam, Liliyana Batal Tampil di Jepang Terbuka 2018

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terpaksa mengundurkan diri dari turnamen Jepang Terbuka 2018 di Musashino Forest Sport Plaza, Selasa (11/9/2018). (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Kabar kurang sedap sedap datang dari pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Mereka terpaksa mengundurkan diri dari turnamen Jepang Terbuka 2018 di Musashino Forest Sport Plaza, Selasa (11/9/2018).

Kondisi kesehatan Liliyana yang tidak fit membuat Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI Richard Mainaky harus mengistirahatkan pemainnya. Tetapi, Liliyana diketahui tidak mengalami cedera dan hanya mengalami demam.

“Butet saat ini tidak dalam kondisi fit untuk bertanding. Tapi bukan cedera kok, kondisi lututnya tidak apa-apa. Dia sedang tidak enak badan, badannya panas,” kata Richard di laman resmi PBSI.

Richard berharap Liliyana cepat pulih dan dapat mengikuti China Terbuka, Selasa (18/9/2018). Turnamen China Terbuka bakal menjadi turnamen terakhir sebelum Tontowi bergandengan dengan rekan baru, Winny Oktavina Kandow. Setelah itu, Liliyana berencana pensiun pada awal 2019.

“Saya rasa mereka bisa bertanding di China Open 2018, mudah-mudahan recovery dan persiapannya bisa kami maksimalkan,” ujar Richard.

Keadaan tersebut memaksa Tontowi harus berangkat ke Jepang sendirian. Pasalnya, dia dan Liliyana merupakan pasangan nomor tiga dunia dan wajib hadir di turnamen level 750 seperti Jepang Terbuka guna menghindari denda. Liliyana sendiri akan mendapat pengecualian karena memang kondisinya tak memungkinkan untuk bertanding.

“Iya, Tontowi akan ke Tokyo pada Jumat depan, kalau tidak kan bisa kena denda. Memang sudah peraturan dari BWF. Dari Jepang, dia akan langsung terbang ke Tiongkok,” tutur Richard.

Dengan mundurnya Tontowi/Liliyana, maka sektor ganda campuran Indonesia di Jepang Terbuka 2018 akan diwakili oleh tiga pasangan. Mereka adalah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto.

Editor : Abdul Haris