Dito Ariotedjo Cerita Ditelepon Jokowi Diminta Jadi Menpora, Ini Pengakuannya
JAKARTA, iNews.id - Dito Ariotedjo cerita momen ditelepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diminta jadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Dia mengaku tidak bisa menolak permintaan orang nomor satu di Indonesia itu.
Dito dengan tegas menerima tawaran untuk menjadi Menpora. Sebab baginya merupakan kebangaan bisa mengabdi untuk Indonesia.
"Ya gak mungkin nolak juga mas hehehe apalagi ini kan untuk merah putih ya. Untuk bangsa dan negara dan hamdalah apa yang saya diberikan ini adalah jabatan kementerian pemuda dan olahraga," kata Dito di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/4/2023).
Dito merasa bisa menjadi perwakilan dan akrab dengam para milenial lantaran masih berusia 32 tahun. Dia berterimakasih atas kesempatan yang diberikan Jokowi.
Tiru Valentino Rossi, Marco Bezzecchi Pakai Jersey Timnas Argentina di Puncak Podium
"Saya sendiri berusia 32 tahun lahir tahun 90 jadi saya masih generasi milenial. Milenialnya bukan mentok, di tengah-tengah. Jadi ini merupakan representasi dari generasi milenial dan juga bisa dibilang gen z ya," jelasnya.
"Jadi ini merupakan kesempatan yang saya terima kasih kepada bapak presiden Jokowi tapi ini merupakan beban yang berat bagi saya karena saya merupakan wakil dari generasi saya," tambahnya.
Jokowi Ingin Timnas Indonesia U-20 Setim Terus, Ferrari: Semoga Boleh Main di Liga
Di waktu jabatan yang hanya sebentar, Dito yakin dan optimistis dapat menyelesaikan tugas-tugas sebagai Menpora.
Indra Sjafri Ingin Pemain Serba Bisa di Timnas Indonesia untuk SEA Games: Belum Ada yang Pas
"Semua yang disampaikan presiden kita sudah ada perencanaan. Jadi saya optimis," katanya.
Dito dilantik menggantikan posisi Zainudin Amali yang mengundurkan diri usai terpilih menjadi Wakil Ketua Umum PSSI.
Rizky Ridho Tinggalkan Persebaya, Bek Timnas Indonesia Dikabarkan Akan Perkuat Klub Ini
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 26/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.
Editor: Reynaldi Hermawan