Diva Renatta Pecahkan Rekor SEA Games! Indonesia Raih Emas Ke-13
BANGKOK, iNews.id - Diva Renatta Jayadi mempersembahkan medali emas SEA Games 2025 setelah memenangi nomor lompat galah putri. Ini menjadi medali emas ke-13 Indonesia pada hari kedua pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.
Diva tampil sangat dominan pada perlombaan di Supachalasai Stadium, Bangkok, Thailand, Kamis (11/12) sore WIB. Dia mengalahkan lima pesaingnya dan tampil konsisten sejak percobaan pertama hingga ketinggian terakhir yang menentukan podium emas.
Ledakan prestasi Diva tidak berhenti di medali emas. Dia memecahkan rekor SEA Games melalui lompatan setinggi 4,35 meter, menjadikannya atlet lompat galah putri terbaik pada edisi kali ini dan menambah gengsi atletik Indonesia di kancah regional.
Atlet Indonesia lainnya, Maria Andriani Melabessy, ikut mengukir hasil positif. Dia sukses mengamankan medali perunggu setelah bersaing ketat dengan atlet-atlet Asia Tenggara lainnya di nomor yang sama.
Libas Tuan Rumah, Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia Raih Emas ke-12 SEA Games 2025
Tambahan emas dari Diva membuat Indonesia mengoleksi 13 emas di SEA Games 2025. Dari data terbaru, Kontingen Merah Putih sudah mengumpulkan total 46 medali yang terdiri dari 13 emas, 20 perak, dan 13 perunggu.
Euforia Medali! Renang Sumbang 2 Emas Sekaligus, Indonesia Kokoh di SEA Games 2025
Performa Indonesia pada hari kedua terbilang menyengat. Beberapa cabang olahraga berhasil menghasilkan emas tambahan dan menjaga asa Indonesia untuk merangsek ke posisi atas klasemen sementara.
Selain atletik, cabang bulu tangkis, renang, balap sepeda, taekwondo, canoe, basket, hingga petanque juga berhasil menyumbang emas. Raihan ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu tampil stabil di berbagai sektor kompetisi.
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik SEA Games 2025: Indonesia Wajib Geser Malaysia
Sebagai informasi, Indonesia menargetkan 80 medali emas pada SEA Games 2025. Target tersebut dipasang agar Kontingen Merah Putih dapat bersaing di posisi tiga besar klasemen akhir pesta olahraga dua tahunan tersebut.
Editor: Abdul Haris