DKI Jakarta Pertahankan Juara Umum Kejurnas Catur 2026, Borong 17 Medali!
SERANG, iNews.id - DKI Jakarta sukses mempertahankan gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 Tahun 2026 di Serang, Banten, dengan mengoleksi 17 medali. Kontingen Ibu Kota meraih enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu untuk kembali menempati posisi teratas setelah menjuarai Kejurnas Catur 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat.
Keberhasilan tersebut mempertegas konsistensi pembinaan catur DKI Jakarta di berbagai kelompok usia. Sebanyak 47 atlet dikirim untuk bersaing dalam kejuaraan yang diikuti hampir 1.000 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengapresiasi perjuangan atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh keluarga besar Percasi DKI Jakarta. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil persiapan dan kerja sama tim yang dilakukan sebelum keberangkatan ke Serang.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga Jakarta berhasil kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten," ujar Kenneth dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Dia menyebut target yang ditetapkan sebelum kejuaraan berhasil direalisasikan. Raihan 17 medali menjadi hasil dari persiapan, disiplin, kerja sama, dan semangat para atlet yang tampil di berbagai kategori.
"Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa," tambahnya.
Kenneth menilai keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak hanya diukur dari jumlah medali dan trofi. Prestasi tersebut juga menjadi dorongan untuk menjaga kesinambungan pembinaan agar pecatur DKI Jakarta mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
"Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional," tutur alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu.
Kenneth turut mendedikasikan gelar juara umum kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan masyarakat Jakarta yang terus mendukung perkembangan olahraga, terutama cabang catur. Momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober juga menjadi alasan untuk mempersembahkan pencapaian tersebut kepada generasi muda Indonesia.
"Trofi juara umum ini saya dedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, MM dan seluruh masyarakat Jakarta yang selalu memberikan dukungan kepada dunia olahraga, khususnya olahraga catur. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya mempersembahkan pencapaian titel juara umum ini kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi untuk bangsa," ungkapnya.
Dia menegaskan, gelar juara umum tidak boleh membuat pembinaan catur Jakarta berhenti berkembang. Percasi DKI Jakarta bertekad meningkatkan kualitas program pembinaan, membuka lebih banyak kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.
"Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional," sambungnya.
DKI Jakarta mengamankan posisi pertama klasemen akhir dengan enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Tuan rumah Banten menempati peringkat kedua setelah mengoleksi tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Daerah Istimewa Yogyakarta berada di urutan ketiga dengan tiga emas dan satu perunggu.
Enam medali emas Jakarta berasal dari enam kategori berbeda. IM Satria Duta Cahaya meraih emas kategori Open, FM Syarif Mahmud menjadi juara kategori Veteran, sedangkan NM Claudio Lasama meraih emas U-19 Putra.
Tiga emas lainnya dipersembahkan Steven Tan pada kategori U-17 Putra, WCM Hillary Rooca Theng pada kategori U-11 Putri, serta Evelyn Tria Lienora pada kategori U-9 Putri. Hasil tersebut menunjukkan kontribusi atlet senior dan kelompok usia muda dalam keberhasilan kontingen Ibu Kota.
Pada sektor perak, Jakarta memperoleh empat medali. GM Novendra Priasmoro meraih perak kategori Open, WCM Theodora Paulina Walukow pada kategori Senior Putri, Dominicus Winston Lin pada kategori U-15 Putra, serta Haidar Manaf Abrisam pada kategori U-7 Putra.
Sementara itu, tujuh medali perunggu disumbangkan IM Gilbert Elroy Tarigan pada kategori Open, WGM Laysa Latifah pada kategori Senior Putri, dan Clementia Adeline pada kategori U-19 Putri. Tiga atlet lainnya ialah PM Uriel Noah Oloan Sidabutar pada kategori U-17 Putra, Safin Aldebaran Amir pada kategori U-13 Putra, serta Kyle Darrel Gunawan pada kategori U-11 Putra. Satu perunggu tambahan diraih Kaiden Kamsari pada kategori U-9 Putra.
Salah satu penyumbang emas, WCM Hillary Rooca Theng, mengaku bersyukur dapat membantu DKI Jakarta mempertahankan gelar juara umum. Dia menyebut latihan intensif bersama pelatih Kristianus Liem menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaiannya.
"Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus," ujar Hillary.
Ketua Kontingen Atlet Percasi DKI Jakarta di Kejurnas Catur 2026, Upi Darmayana Tamin, juga menyoroti ketatnya persaingan sepanjang kejuaraan. Banyaknya peserta, terutama karena turnamen berlangsung di Pulau Jawa, menjadi tantangan bagi para atlet yang bertanding.
"Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak," kata Upi.
Perhatian Percasi DKI Jakarta kini juga tertuju pada Kejurnas Catur 2027 yang direncanakan berlangsung di Jakarta, bertepatan dengan momentum 500 tahun Kota Jakarta. Kenneth memandang agenda tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat pembinaan sekaligus menunjukkan kesiapan Jakarta menjadi tuan rumah kejuaraan nasional.
"Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga terus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta tersebut.
Kenneth berharap keberhasilan mempertahankan gelar juara umum dapat menjadi kebanggaan bersama sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
"Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Jakarta juara, catur Indonesia semakin berjaya," pungkasnya.
Editor: Reynaldi Hermawan