Ducati Panik! Tak Bisa Lagi Andalkan Marc Marquez Hadapi Dominasi Aprilia
BOLOGNA, iNews.id – Ducati mengakui tidak bisa lagi mengandalkan Marc Marquez untuk menutupi kelemahan tim setelah Aprilia tampil dominan di awal MotoGP 2026. Situasi ini membuat pabrikan Italia tersebut mulai melakukan evaluasi besar.
Dominasi Aprilia terlihat jelas dalam dua seri pembuka musim di Thailand dan Brasil. Mereka langsung menguasai klasemen awal setelah tampil konsisten di kedua balapan tersebut.
Pada balapan di Goiania, Marc Marquez sempat menunjukkan performa impresif dengan memenangi sprint race. Namun, pada balapan utama dia tidak mampu menandingi kecepatan motor Aprilia.
Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi berhasil memimpin finis, diikuti rekan setimnya Jorge Martin untuk mengunci posisi satu-dua bagi Aprilia.
Nyaris Podium! Marc Marquez Ungkap Kesalahan Fatal di MotoGP Brasil 2026
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui timnya harus meningkatkan performa motor Desmosedici, bukan hanya bergantung pada kemampuan individu Marquez.
“Sekarang kami juga memiliki Marc yang belum 100 persen secara fisik. Itu bukan alasan karena Ducati lain juga tertinggal. Kami tidak bisa selalu mengandalkan bakat Marc untuk menutupi kekurangan kami,” ujar Tardozzi, dikutip dari Motorsport.
Juara Lagi! Bezzecchi Ungkap Perjuangan Berat di MotoGP Brasil 2026
Tardozzi menegaskan Marquez tetap menunjukkan mental juara meski belum pulih sepenuhnya dari cedera bahu. Dia tetap bekerja keras untuk memberikan hasil terbaik.
Jorge Martin Akhiri Puasa 504 Hari! Podium Sprint MotoGP Brasil 2026 Jadi Titik Balik
“Marc belum 100 persen, tetapi seperti semua juara besar, dia tidak berlarut-larut dan terus bekerja keras untuk meraih hasil terbaik,” katanya.
Aprilia kini muncul sebagai rival utama Ducati. Tim tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sejak pertengahan musim lalu hingga kini menjadi penantang serius.
Jorge Martin Akhirnya Podium Setelah 504 Hari di MotoGP Brasil 2026, Marc Marquez Ikut Terharu
Sementara itu, Ducati mulai menunjukkan tanda penurunan performa sejak musim lalu. Francesco Bagnaia kesulitan tampil konsisten di barisan depan.
Situasi makin kompleks setelah tim Pramac hengkang ke Yamaha, membuat jumlah motor Ducati di grid berkurang. Hal ini ikut memengaruhi kekuatan tim secara keseluruhan.
Ducati juga menghadapi tantangan teknis di awal musim 2026, termasuk penggunaan ban baru dari Michelin dengan konstruksi belakang lebih keras serta hadirnya sirkuit baru di Goiania.
Tardozzi mengungkap tim sudah memahami sumber masalah dan tengah mencari solusi. General manager Gigi Dall’Igna disebut terus bekerja untuk mengejar ketertinggalan.
“Kami tahu masalahnya dan sedang mencari cara untuk mengatasinya. Dua balapan ini sangat sulit dan memberi banyak pelajaran. Kami tidak lagi sendirian, rival sudah berkembang pesat,” ujarnya.
Dia menambahkan Ducati harus membuktikan diri mampu mengejar ketertinggalan. Persaingan diprediksi semakin ketat pada seri berikutnya.
Di sisi lain, Bagnaia juga mengalami awal musim yang sulit. Dia gagal finis di Brasil setelah terjatuh saat berada di posisi ke-11.
Tardozzi menilai tim harus memberikan motor yang membuat Bagnaia lebih percaya diri. Dia juga mengakui kesalahan pembalap tersebut di sesi kualifikasi turut memengaruhi hasil akhir.
Editor: Abdul Haris