Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesan Rahasia Valentino Rossi Bikin Marco Bezzecchi Menggila di MotoGP Brasil 2026, Juara Tanpa Tanding!
Advertisement . Scroll to see content

Ducati Panik! Tak Bisa Lagi Andalkan Marc Marquez Hadapi Dominasi Aprilia

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:00:00 WIB
Ducati Panik! Tak Bisa Lagi Andalkan Marc Marquez Hadapi Dominasi Aprilia
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Motorsport)
Advertisement . Scroll to see content

BOLOGNA, iNews.id – Ducati mengakui tidak bisa lagi mengandalkan Marc Marquez untuk menutupi kelemahan tim setelah Aprilia tampil dominan di awal MotoGP 2026. Situasi ini membuat pabrikan Italia tersebut mulai melakukan evaluasi besar.

Dominasi Aprilia terlihat jelas dalam dua seri pembuka musim di Thailand dan Brasil. Mereka langsung menguasai klasemen awal setelah tampil konsisten di kedua balapan tersebut.

Pada balapan di Goiania, Marc Marquez sempat menunjukkan performa impresif dengan memenangi sprint race. Namun, pada balapan utama dia tidak mampu menandingi kecepatan motor Aprilia.

Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi berhasil memimpin finis, diikuti rekan setimnya Jorge Martin untuk mengunci posisi satu-dua bagi Aprilia.

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui timnya harus meningkatkan performa motor Desmosedici, bukan hanya bergantung pada kemampuan individu Marquez.

“Sekarang kami juga memiliki Marc yang belum 100 persen secara fisik. Itu bukan alasan karena Ducati lain juga tertinggal. Kami tidak bisa selalu mengandalkan bakat Marc untuk menutupi kekurangan kami,” ujar Tardozzi, dikutip dari Motorsport.


Ducati Akui Kelemahan, Aprilia Melonjak

Tardozzi menegaskan Marquez tetap menunjukkan mental juara meski belum pulih sepenuhnya dari cedera bahu. Dia tetap bekerja keras untuk memberikan hasil terbaik.

“Marc belum 100 persen, tetapi seperti semua juara besar, dia tidak berlarut-larut dan terus bekerja keras untuk meraih hasil terbaik,” katanya.

Aprilia kini muncul sebagai rival utama Ducati. Tim tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sejak pertengahan musim lalu hingga kini menjadi penantang serius.

Sementara itu, Ducati mulai menunjukkan tanda penurunan performa sejak musim lalu. Francesco Bagnaia kesulitan tampil konsisten di barisan depan.

Situasi makin kompleks setelah tim Pramac hengkang ke Yamaha, membuat jumlah motor Ducati di grid berkurang. Hal ini ikut memengaruhi kekuatan tim secara keseluruhan.

Ducati juga menghadapi tantangan teknis di awal musim 2026, termasuk penggunaan ban baru dari Michelin dengan konstruksi belakang lebih keras serta hadirnya sirkuit baru di Goiania.

Tardozzi mengungkap tim sudah memahami sumber masalah dan tengah mencari solusi. General manager Gigi Dall’Igna disebut terus bekerja untuk mengejar ketertinggalan.

“Kami tahu masalahnya dan sedang mencari cara untuk mengatasinya. Dua balapan ini sangat sulit dan memberi banyak pelajaran. Kami tidak lagi sendirian, rival sudah berkembang pesat,” ujarnya.

Dia menambahkan Ducati harus membuktikan diri mampu mengejar ketertinggalan. Persaingan diprediksi semakin ketat pada seri berikutnya.

Di sisi lain, Bagnaia juga mengalami awal musim yang sulit. Dia gagal finis di Brasil setelah terjatuh saat berada di posisi ke-11.

Tardozzi menilai tim harus memberikan motor yang membuat Bagnaia lebih percaya diri. Dia juga mengakui kesalahan pembalap tersebut di sesi kualifikasi turut memengaruhi hasil akhir.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut