Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Marc Marquez Diserbu Fans Setibanya di Lombok, Sambutan jelang MotoGP Mandalika 2026 Bikin Terharu
Advertisement . Scroll to see content

Ducati Prediksi Aprilia Segera Terapkan Team Order, Marc Marquez Ketiban Untung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:30:00 WIB
Ducati Prediksi Aprilia Segera Terapkan Team Order, Marc Marquez Ketiban Untung
Davide Tardozzi yakin Aprilia akan menerapkan team order untuk membantu Jorge Martin (Foto: Motorsport)
Advertisement . Scroll to see content

BOLOGNA, iNews.id - Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas. Bos Ducati, Davide Tardozzi, meyakini Aprilia akan menerapkan strategi team order untuk membantu Jorge Martin dalam perburuan gelar juara dunia.

Tardozzi menilai langkah tersebut hanya tinggal menunggu waktu. Dia bahkan menganggap strategi itu wajar diterapkan tim demi meningkatkan peluang meraih gelar juara dunia, terlebih ketika persaingan memasuki fase penentuan.

Manajer tim Ducati itu juga mengakui dirinya akan mengambil keputusan serupa jika berada di posisi Aprilia. Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Marc Marquez, pembalap andalan Ducati sekaligus juara bertahan, kini hanya terpaut dua poin dari Martin setelah seri MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika.

Ducati sempat memberikan kejutan pada sesi Sprint di Mandalika. Marquez memanfaatkan insiden di Tikungan 1 serta persoalan tekanan ban yang dialami Martin ketika memimpin balapan untuk merebut kemenangan.

Hasil tersebut membawa Marquez ke puncak klasemen kejuaraan dunia untuk pertama kalinya pada musim ini. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Aprilia memberikan respons kuat pada balapan utama.

Aprilia mencatatkan sejarah dengan menempatkan empat pembalapnya di posisi empat besar Grand Prix. Sementara itu, Marquez hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam.

Meski gagal mengimbangi dominasi Aprilia pada balapan utama, Ducati masih memiliki alasan untuk merasa lega. Martin hanya finis di posisi ketiga, di belakang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez, sehingga jarak poinnya dengan Marquez tetap dua angka.

“Datang dengan tertinggal dua poin dari Martin dan pulang dengan tetap tertinggal dua poin adalah sebuah keberhasilan bagi kami,” kata Tardozzi kepada Sky Italia.

Dia juga mengakui kekuatan Aprilia menjadi tantangan serius bagi Ducati, terutama setelah performa dominan pabrikan tersebut di Mandalika.

“Masalah sebenarnya adalah Aprilia telah membuktikan diri jauh lebih unggul, terutama di sini,” ujar Tardozzi.

Jika Ducati mampu bertahan dalam persaingan pada seri berikutnya di Australia, Tardozzi menilai peluang merebut gelar juara dunia masih terbuka.

“Jika kami mampu bertahan di Australia nanti, menurut saya perebutan gelar juara dunia masih bisa dikelola,” katanya.

Tardozzi Yakin Aprilia Bakal Terapkan Team Order

Aprilia sebelumnya mengindikasikan belum akan menerapkan instruksi tim selama para pembalapnya masih memiliki peluang matematis untuk menjadi juara dunia. Namun, Tardozzi tidak meragukan strategi tersebut pada akhirnya akan digunakan ketika situasi klasemen semakin menentukan.

“Saya tidak ragu cepat atau lambat Aprilia akan mengeluarkan instruksi tim; menurut saya itu benar dan logis, dan saya akan melakukannya,” kata Tardozzi.

Tardozzi bukan sosok asing dalam persoalan team order. Dia pernah terlibat dalam kontroversi instruksi Ducati kepada Jorge Lorenzo pada perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017, termasuk perintah yang dikenal dengan istilah “Mapping 8”.

Setelah seri Mandalika, hanya delapan pembalap yang secara matematis masih memiliki peluang merebut gelar juara dunia. Situasi tersebut membuat strategi antarpembalap dalam satu tim berpotensi menjadi faktor penting pada lima seri terakhir.

Ducati pun memiliki tiga pembalap yang sudah tersingkir dari persaingan gelar secara matematis, yakni Pecco Bagnaia, Fermin Aldeguer, dan Franco Morbidelli. Mereka secara teori bisa diminta membantu Marquez jika berada dalam posisi yang memungkinkan.

Namun, kondisi ketiga pembalap itu membuat skenario tersebut tidak sederhana. Bagnaia belum naik podium sejak jeda musim panas, sedangkan Morbidelli jarang finis di posisi 10 besar. Aldeguer juga mengalami patah tulang tangan kanan saat balapan utama di Mandalika.

Di kubu Aprilia, keempat pembalap mereka masih mempunyai peluang matematis dengan total maksimal 185 poin yang tersedia dari lima seri tersisa. Jumlah poin maksimal itu akan berkurang menjadi 148 setelah Phillip Island dan 111 seusai balapan di Sepang.

Raul Fernandez menjadi pembalap Aprilia yang paling dekat dengan batas eliminasi matematis. Dia tertinggal 119 poin dari Martin, sementara rekan setimnya di Trackhouse, Ai Ogura, berjarak 96 poin dari pemuncak klasemen.

Bezzecchi berada di posisi yang lebih kuat karena menempati peringkat ketiga klasemen dan hanya tertinggal 46 poin dari Martin. Situasi ini membuat keputusan mengenai siapa yang harus mendapat prioritas berpotensi semakin rumit bagi Aprilia.

Fernandez juga sempat menjadi bahan pembicaraan setelah balapan di Mandalika. Dia tampil dalam kondisi cedera dan tidak berada dalam posisi untuk membalas ketika Bezzecchi menyalipnya.

Muncul spekulasi Fernandez mungkin akan diminta memberikan posisi kedua kepada Martin jika kejadian serupa berlangsung pada fase akhir musim. Namun, instruksi seperti itu berisiko memengaruhi peringkat Fernandez di klasemen sekaligus mengurangi poin yang bisa dikumpulkan tim Trackhouse.

Persoalan team order Aprilia semakin kompleks karena rencana karier para pembalapnya berbeda pada musim 2027. Fernandez dan Bezzecchi akan tetap membela Aprilia, sedangkan Martin dan Ogura dijadwalkan pindah ke Yamaha.

Perbedaan kepentingan tersebut membuat Aprilia harus mempertimbangkan persaingan gelar juara dunia, posisi setiap pembalap, dan kepentingan tim dalam menentukan strategi. Dengan lima seri tersisa, keputusan terkait team order bisa menjadi salah satu faktor penting dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut