Fajar/Fikri Menggila, Smash 477,5 Km/Jam Picu Latihan Berat di Pelatnas PBSI
JAKARTA, iNews.id – Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjalani latihan lebih keras di Pelatnas PBSI. Fokus utama mereka memperkuat pukulan smash, menyusul evaluasi mendalam sejak dipasangkan pada pertengahan tahun lalu di sektor ganda putra Indonesia.
Duet ini terbilang tidak lazim karena Fajar dan Fikri sama-sama dikenal sebagai pemain depan. Kondisi tersebut membuat pola serangan mereka kerap terbaca dan menjadi sasaran empuk lawan di level elite.
Meski begitu, konsistensi Fajar/Fikri tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam 10 turnamen terakhir, mereka mampu tampil stabil dan bersaing di papan atas. Namun celah permainan tetap muncul dan disadari sepenuhnya oleh keduanya.
“Pasti kita juga tahu hal-hal seperti itu, tetapi kan yang namanya proses itu tidak langsung instan ya. Kami juga menyadari bahwa kami berdua banyak kelemahannya lah, kekurangannya. Maka dari itu juga kami terus berlatih dengan keras, berlatih bagaimana menyiapkan kekurangan itu biar bisa menutupinya,” ungkap Fajar di Pelatnas PBSI Cipayung, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Kesadaran tersebut membuat porsi latihan mereka berubah signifikan. Intensitas ditingkatkan, terutama pada aspek yang sebelumnya jarang menjadi fokus utama.
“Ya dari saya pribadi memang banyak dari kita berdua banyak sekali kekurangan dan kelemahannya. Maka dari itu ya kita selalu latihan tiap hari, mau saat tidak pertandingan dan saat pertandingan pun kita selalu mengisi kekurangan kita,” tambah Fikri.
Dalam pola permainan, Fajar/Fikri kini mengandalkan rotasi penuh antara posisi depan dan belakang. Perubahan ini membuat keduanya dituntut sama-sama agresif sekaligus solid dalam bertahan.
“Yang dulunya mungkin saya di depan 70%, bahkan sampai 80% karena Rian dominan di belakang, tapi sekarang ya bisa 50-50, kadang-kadang 60-40, tergantung lawan juga,” jelas Fajar.
Pendekatan fleksibel tersebut diterapkan situasional. Lawan menjadi faktor utama penentu siapa yang lebih banyak mengambil peran di depan atau belakang.
“Ya tergantung ya, tergantung lihat lawan juga. Kadang-kadang kalau lawan cocoknya dengan pola Fikri di depan, kadang-kadang Fikri banyak depan. Kadang-kadang juga lawan yang enggak enak saya di depan, kadang-kadang saya banyak ke depan seperti itu,” lanjut Fajar.
Perubahan gaya main ini diperkuat fakta mengejutkan. Fajar tercatat duduk di peringkat kedua daftar smash tercepat di Malaysia Open 2026 dengan kecepatan 477,5 km/jam berdasarkan catatan BWF.
“Kemarin juga saya melihat di BWF, smash lumayan kencang ya? Unbelievable (tertawa). Jadi ya mau enggak mau kita harus punya rotasi, karena sekarang namanya ganda putra itu tidak khusus secara depan-belakang, tapi kita juga harus bisa depan bisa belakang,” sambung Fajar.
Latihan keras pun menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan. Porsi latihan smash meningkat drastis dibanding sebelumnya, terutama karena keduanya lama berperan sebagai pemain depan.
“Lumayan ya (push latihan smash), badan juga agak sedikit jarem jarem (pegal) nih,” kata Fajar.
“(Latihan smash) jadi lebih banyak dari sebelumnya,” tutup Fikri.
Editor: Reynaldi Hermawan