Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil BATC 2026: Leo/Bagas Tersungkur, Thailand Samakan Kedudukan di Perempat Final
Advertisement . Scroll to see content

Fajar/Rian Curhat Beratnya Debut di Olimpiade: Sudah Tegang Sejak Masuk Lapangan

Jumat, 02 Agustus 2024 - 18:37:00 WIB
Fajar/Rian Curhat Beratnya Debut di Olimpiade: Sudah Tegang Sejak Masuk Lapangan
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id- Ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengakui bertanding di Olimpiade tidak mudah. Terlebih, Fajar/Rian baru pertama kali main di Olimpiade di edisi 2024 ini

Fajar/Rian tersingkir di perempat final Olimpiade 2024 usai tumbang di tangan unggulan pertama, Liang Wei Keng/Wang Chang, pada Kamis (1/8/2024) malam WIB di Adidas Arena. Mereka disikat dua gim langsung oleh duet asal China itu dengan skor ketat 22-24 dan 20-22.

Kekalahan itu membuat debut Fajar/Rian di ajang Olimpiade hanya mencapai perempat final saja setelah sebelumnya lolos sebagai runner up Grup C dengan raihan dua kali menang dan sekali kalah. Hasil tersebut memperpanjang dahaga medali emas dari sektor ganda putra bulutangkis Indonesia di pesta olahraga terakbar di dunia itu.

Kali terakhir Tim Merah-Puth menjadi juara di nomor ganda putra bulutangkis adalah pada Olimpiade Beijing 2008 silam. Kala itu, Markis Kido/Hendra Setiawan yang membawa pulang medali emas ke Tanah Air.

Fajar/Rian pun mengungkapkan bahwa bermain di Olimpiade untuk kali pertama tidaklah mudah. Mereka menilai atmosfernya sangat berbeda dari turnamen lainnya dan bahkan mereka masih tegang ketika masuk ke lapangan di babak perempat final.

“Olimpiade pertama ini tidak mudah, kami baru merasakan atmosfernya. Dari awal-awal pun tidak mudah, kami merasakan bagaimana tegangnya pas masuk lapangan,” ujar Rian dilansir dari rilis PBSI, Jumat (2/8/2024).

Bagi mantan duet nomor satu dunia tersebut, ini menjadi kekalahan keenam dari sembilan pertemuan mereka dengan Liang/Wang.  Dalam lima kekalahan sebelumnya, mereka selalu bertarung hingga rubber game dalam skor yang sangat ketat.

Fajri sendiri sebenarnya punya peluang untuk merebut gim kedua ketika unggul 18-16 lebih dulu, tetapi setelah itu mereka malah lengah dan banyak melakukan kesalahan sendiri di momen-momen krusial. Juara All England dua kali itu pun menilai cara untuk memanfaatkan keunggulan atas Liang/Wang di poin krusial menjadi PR yang perlu mereka perbaiki kedepannya.

“Lawan bermain sangat baik, kami sebenarnya sudah mencoba dengan strategi yang disiapkan. Lebih banyak menyerang di gim kedua dan kami bisa unggul beberapa poin tapi kami belum bisa menyelesaikan dengan kemenangan,” jelas Rian.

“Beberapa kali kami kalah di poin-poin seperti ini dengan mereka, itu masih menjadi pekerjaan rumah kami,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut