Final Wimbledon 2021: Novak Djokovic Ditantang Petenis Nomor 9 Dunia
LONDON, iNews.id- Novak Djokovic berhasil mencapai babak final Wimbledon 2021. Djokovic akan melawan petenis peringkat 9 dunia Matteo Berrettini.
Djokovic ke final usai mengalahkan petenis Kanada, Denis Shapovalov dengan skor 7-6 (7-3), 7-5 dan 7-5 pada babak semifinal di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Sabtu (10/7/2021).
Djokovic mendapat perlawanan sengit dari Shapovalov. Dia memakan waktu nyaris tiga jam untuk bisa memastikan tempat di babak final.
Petenis Serbia itu harus menjalani tiap set dengan tie-breaker. Djokovic pun menilai seharusnya skor bisa saja lebih besar, dengan performa Shapovalov yang begitu mengesankan.
Menang Mudah, Novak Djokovic Melaju Mulus ke Perempat Final Wimbledon 2021
“Saya pikir hasil akhirnya menggambarkan performa atau pertandingan. Dia memberikan servis pada set pertama, dan kemungkinan pemain yang lebih baik,” kata Djokovic dikutip BBC.
Kini dia akan berusaha meraih juara di Wimbledon. Kemenangan di Wimbledon nanti akan menjadi gelar Grand Slam ke-21.
Hasil Wimbledon 2021: Ashleigh Barty ke Perempat Final, Petenis Cantik Polandia Tersingkir
“Turnamen paling spesial di dunia berlangsung di lapangan. Tidak ada waktu untuk menahan diri. Begitu turun di lapangan, terutama pada babak akhir, impian untuk menang selalu muncul dan terus melaju,” tutur Djokovic.
Tekanan Penonton Jadi Musuh Terberat Novak Djokovic di Wimbledon 2021
Selanjutnya, Djokovic akan menghadapi Matteo Berrettini di partai puncak. Matteo Berrettini membuat sejarah sebagai petenis Italia pertama yang menembus babak final Wimbledon.
Petenis nomor 9 dunia ini menaklukkan Hubert Hurkacz dengan skor 6-3, 6-0, 6-7 (3-7) dan 6-4 pada babak semifinal Wimbledon 2021 di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Jumat (9/7/2021).
Petenis Cantik Ashleigh Barty Tantang Juara Prancis Terbuka di 16 Besar Wimbledon 2021
“Saya tak bisa berkata-kata. Saya butuh beberapa jam untuk memahami keadaan. Saya telah memainkan pertandingan yang sengit dan menikmati atmosfernya. Saya tak pernah memimpikan hal ini, karena terlalu ambisius untuk menjadi impian,” kata Berrettini dikutip BBC, Sabtu (10/7/2021).
Editor: Ibnu Hariyanto