Gelar Evaluasi, Menparekraf Sandiaga Uno Sebut 5S untuk Sempurnakan Balapan MotoGP Mandalika 2022
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menggelar rapat evaluasi bersama stakeholder terkait MotoGP Mandalika 2022. Dia berharap ada beberapa sektor yang harus disempurnakan sebelum balapan itu gelar.
MotoGP 2022 akan mulai digelar pada 6 Maret mendatang. Para pembalap akan memulai petualangan musim ini di Sirkuit Losail, Qatar.
Pada seri kedua, balapan akan digelar di Indonesia. Para jago balap dunia akan memacu kuda besinya di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 18-20 Maret.
Menjelang MotoGP Mandalika 2022, para pembalap sudah melakukan tur pramusim (pre-season) untuk menjajal motor dan sirkuit baru. Salah satu yang sudah dicoba ialah Sirkuit Mandalika.
Pramusim MotoGP Mandalika 2022 sendiri sudah berakhir pada 2013 lalu. Momen ini dicap sukses karena Mandalika berhasil mencuri perhatian dunia otomatif internasional. Berkat kehadiran ajang ini, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pun ikut terangkat.
Demi mensukseskan ajang balapan pada Maret nanti, Menparekraf Sandiaga Uno melakukan evaluasi terkait ini. Bersama Komandan Lapangan MotoGP Mandalika 2022 Hadi Tjahjanto, keduanya hadir dalam evaluasi virtual, Selasa (15/2/2022).
“Apresiasi tertinggi saya sampaikan ke Pak Hadi dan seluruh pihak yang terlibat atas nama pemerintah, Presiden Joko Widodo, menyampaikan terima kasih atas seluruh persiapan yang menjadi kewenangan dan kesuksesan pre season. Acara ini berhasil menjadi buah bibir masyarakat internasional dan kita harus bisa menyempurnakan persiapan untuk ajang pada 18-20 Maret 2022,” ujar Sandiaga Uno.
Menurut Sandiaga, kesuksesan pelaksanaan tes pramusim lalu masih terdapat catatan yang perlu disempurnakan bersama. Hal itu agar menjelang race kesiapannya sudah sempurna termasuk dalam menyambut 100 ribu wisatawan, pembalap, dan official tim MotoGP.
“Kita melihat bagaimana serunya para pembalap MotoGP dan seluruh ofisial yang terlibat dalam pelaksanaan pre-season test. Kita evaluasi bersama ada 5S yang harus kita hadirkan. ‘S’ yang pertama superb, seamless, safe, secure, dan successful. Dan beberapa evaluasi di antaranya mudah-mudahan bisa dimitigasi dan dikoreksi catatan yang kami kumpulkan,” katanya.
Catatan pertama, kata Sandiaga, adalah hanya ada 4 dari 6 konter imigrasi di Bandara Lombok yang melayani Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Hal ini diharapkan segera tersedia karena bisa mengatasi penumpukan saat proses kedatangan pembalap dan tim official MotoGP.
“Ini harus ditindaklanjuti dan dievaluasi agar saat hari H nanti bisa ditambah konternya agar arus lalu lintas pendatang bisa berjalan dengan lebih lancar,” katanya.
Kedua, edukasi bagi para seluruh pekerja yang terlibat agar semuanya bisa mengikuti prosedur travel bubble dengan baik. Tercatat berdasarkan evaluasi masih ada yang belum mendapat edukasi dan sosialisasi terkait hal itu.
Ketiga, beberapa hotel di Lombok tempat menginap PPLN belum terverifikasi. Oleh karena itu, akan ada tim khusus yang akan memverifikasi dan terjun memvalidasi para pengelola hotel agar terhubung langsung dengan Satgas COVID-19 sebagai hotel karantina.
Terkait kendala pada sirkuit, lanjut Menparekraf, ITDC dan MGPA perlu melakukan langkah-langkah yang tepat dan cepat, untuk persiapan grand prix 18-20 Maret 2022. Seperti pembersihan rutin termasuk pengaspalan kembali atau persiapan-persiapan teknis lainnya dengan penerapan yang melibatkan teknologi dan modifikasi cuaca dari pihak yang terkait.
“Kemudian perlu ada pelatihan dan keterlibatan masyarakat lokal. Kami sendiri hadir di 3 pelatihan pengelolaan sarhunta, pengelolaan gerai-gerai ekonomi kreatif dan kuliner, serta antusiasme masyarakat khususnya Lombok Tengah, dan NTB secara umum, sangat tinggi untuk mendukung pelaksanaan event selanjutnya,” katanya.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya