Hasil China Open 2023: Apriyani/Fadia Tersingkir usai Duel Sengit Sejam Lebih Vs Duo Korsel
CHANGZHOU, iNews.id- Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah di perempat final China Open 2023. Apriyani/Fadia kalah dari wakil Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee 15-21, 21-18 dan 10-21 dengan durasi 1 jam 15 menit,
Bermain di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jumat (8/9/2023) sore WIB, Prifad -sebutan Apriyani/Fadia- memulai pertandingan dengan buruk. Mereka beberapa kali membuat error sehingga tertinggaln 1-6.
Setelah itu, Apriyani/Fadia perlahan-lahan bangkit dan bisa memangkas ketertinggalan mereka menjadi 5-6. Namun, Baek/Lee mampu menekan lagi dan menginjak interval gim pertama lebih dulu dengan skor 6-11.
Usai rehat, pasangan Pelatnas PBSI itu masih belum bisa keluar dari tekanan lawan. Mereka pun semakin ketinggalan jauh di angka 8-16.
Poin demi poin pun didapat oleh Baek/Lee dengan mudah. Pasangan ranking dua dunia itu pun sukses menutup pertandingan dengan skor 21-15.
Pada gim kedua, Baek/Lee unggul 2-0 lebih dulu. Lalu, Apriyani/Fadia mendapatkan lima poin beruntun dan berbalik unggul 6-2.
Pasangan ranking delapan dunia itu pun terus mendominasi permainan dengan smash-smash keras yang mereka lancarkan. Hasilnya, mereka bisa unggul 11-8 di interval gim kedua.
Usai rehat, Baek/Lee bisa balik menekan Prifad. Mereka pun mampu menyamakan kedudukan menjadi 12-12.
Akan tetapi, Apriyani/Fadia bisa memegang kendali permainan lagi dan menjauh dengan keunggulan 16-12, tetapi sang lawan lagi-lagi bisa mengejar di angka 18-18. Beruntung sang wakil Merah-Putih berhasil menyerang lebih efektif hingga sukses merebut gim kedua dengan skor 21-18.
Pada gim penentuan, Prifad berada dalam tekanan lawan sehingga tertinggal 1-5. Mereka kesulitan mengimbangi permainan Baek/Lee yang lebih menyerang. Alhasil, mereka ketinggalan 7-11 saat interval.
Apriyani/Fadia nampak sudah tak bisa memberikan perlawanan lagi selepas jeda. Meraka pun akhirnya kalah dengan skor telak 10-21 di gim ketiga.
Editor: Ibnu Hariyanto