Indonesia Bidik Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Skateboard, Bali Disiapkan sebagai Lokasi
JAKARTA, iNews.id – Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah World Championships Skateboarding. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menawarkan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan dunia tersebut. Tawaran itu disampaikan langsung kepada Presiden World Skate, Sabatino Aracu.
Raja Sapta Oktohari atau akrab disapa Okto menyampaikan ambisi tersebut saat bertemu Aracu di sela-sela penyelenggaraan Youth Olympic Dakar, Senegal. Pertemuan itu menjadi kesempatan Indonesia untuk membuka peluang menggelar salah satu kompetisi skateboard paling bergengsi di dunia.
Bali menjadi pilihan utama Okto untuk menghadirkan World Championships Skateboarding. Dia menilai Pulau Dewata memiliki berbagai keunggulan yang dapat mendukung penyelenggaraan kompetisi olahraga berskala internasional.
Selain dikenal sebagai destinasi wisata dunia, Bali memiliki daya tarik budaya dan pariwisata yang kuat. Kombinasi tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi atlet, ofisial, dan delegasi dari berbagai negara.
Perkembangan olahraga skateboard di Bali juga menjadi pertimbangan penting. Daerah tersebut memiliki komunitas skateboard yang terus berkembang serta sejumlah fasilitas skatepark yang dapat mendukung aktivitas olahraga tersebut.
Dalam pertemuan dengan Sabatino Aracu, Okto secara terbuka menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menggelar kompetisi internasional. Dia bahkan meminta Presiden World Skate menentukan kejuaraan yang dapat dibawa ke Tanah Air.
"Pertandingan apa yang ingin kalian berikan kepada Indonesia? Saya akan menyelenggarakannya di Indonesia," tanya Okto kepada Aracu yang langsung dijawab dengan World Skate Championship.
Respons tersebut langsung disambut positif oleh Okto. Dia menawarkan Bali sebagai tempat penyelenggaraan sekaligus mengundang Aracu untuk melihat potensi dan kesiapan daerah tersebut.
"Oke, saya akan menggelar World Skate di Bali, di sana banyak skatepark. Silakan datang berlibur ke Bali dan sekaligus melihat kesiapanya," imbuh Okto.
Tawaran tersebut memperlihatkan keseriusan NOC Indonesia dalam membuka peluang penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional. Bali dinilai memiliki potensi untuk mempertemukan kompetisi olahraga kelas dunia dengan daya tarik wisata Indonesia.
Meski demikian, rencana penyelenggaraan World Championships Skateboarding di Bali masih dalam tahap penjajakan. Belum ada kepastian mengenai jadwal maupun penetapan resmi Indonesia sebagai tuan rumah.
World Championships Skateboarding merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi dalam kalender skateboard internasional. Kejuaraan tersebut mempertemukan atlet-atlet terbaik dunia untuk memperebutkan gelar juara pada dua disiplin utama, yakni street dan park.
Kedua disiplin tersebut juga dipertandingkan dalam Olimpiade. Skateboarding pertama kali masuk program Olimpiade pada Tokyo 2020 dan kembali dipertandingkan pada Olimpiade Paris 2024.
Kehadiran skateboard di Olimpiade menunjukkan perkembangan cabang olahraga tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Skateboarding juga semakin mendapatkan perhatian, terutama di kalangan generasi muda.
World Championships Skateboarding memiliki posisi penting dalam ekosistem kompetisi internasional. Kejuaraan tersebut menjadi salah satu panggung bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjalani perjalanan menuju persaingan di Olimpiade.
Bagi Indonesia, peluang menjadi tuan rumah kejuaraan dunia tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan persaingan atlet skateboard terbaik dunia di dalam negeri.
Potensi Bali sebagai destinasi olahraga internasional juga menjadi pertimbangan utama. Daya tarik wisata, budaya, perkembangan skateboard, dan keberadaan skatepark menjadi modal yang ditawarkan Okto kepada World Skate.
Kini, rencana membawa World Championships Skateboarding ke Bali bergantung pada pembahasan lebih lanjut dengan federasi internasional. Jika terealisasi, Indonesia berkesempatan menjadi lokasi penyelenggaraan salah satu ajang terbesar dalam kalender skateboard dunia.
Editor: Abdul Haris