Indonesia Terancam Disanksi Gegara Doping, Begini Nasib 3 Turnamen Bulu Tangkis di Bali
JAKARTA, iNews.id- Indonesia terancam tidak bisa menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat dunia akibat teguran dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Lalu bagaimana nasib tiga turnamen bulu tangkis tingkat dunia di Bali dimulai November 2021 ini?
PBSI memastikan tiga turnamen di Bali itu masih sesuai rencana. Tiga turnamen itu ialah Indonesia Masters, Indonesia Open, dan Kejuaraan Dunia BWF.
"Turnamen di Bali nanti dipastikan tidak ada masalah. Bisa berlangsung sesuai jadwal. Tiga turnamen bulutangkis internasional itu tetap bisa digelar," kata Kabid Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto dalam keterangan tertulis, pada Jumat (8/10/2021).
Indonesia Masters rencananya akan digelar pada 16 – 21 November 2021 mendatang. Lalu untuk Indonesia Open akan dimulai pada 23 – 28 November 2021 mendatang.
Greysia Polii dan Hendra Setiawan Jadi Kapten Tim Thomas-Uber Indonesia
Kemudian, ajang BWF World Tour Finals bakal digelar sebagai penutup kalender badminton tahun ini, yakni 1-5 Desember 2021 mendatang. Ketiga turnamen ini sudah dipastikan digelar di Indonesia sejak Juni 2021 lalu.
Roedy mengatakan sudah berkoordinasi dengan BWF. Dari hasil pembicaraan tersebut tiga turnamen internasional yang akan digelar di Bali, tetap bisa berjalan terus.
Chord Gitar dan Lirik Lagu Satu Hati Sampai Mati Thomas Arya, Makna Romantis Dibalik Lagu Puitis
"Dari pihak BWF, tidak ada masalah. Bisa jalan terus, karena kejuaraan tersebut sudah lama dijadwalkan oleh BWF," ujar Roedy.
Namun, Roedy enggan berkomentar lebih jauh soal ancaman pelarangan nama Indonesia di berbagai ajang kejuaraan. Dia memastikan PBSI masih menunggu langkah yang akan ditempuh pemerintah.
Ada di Grup Neraka, Intip Peluang Tim Bulu Tangkis Indonesia di Fase Grup Piala Thomas 2020
"Kami menunggu arahan dan menanti bagaimana sikap pemerintah Indonesia menyikapi masalah ini. Saya mewakili PBSI belum bisa berkomentar banyak dan menunggu pernyataan pemerintah lebih dahulu," tuturnya.
Sebelumnya, Indonesia bersama Thailand dan Korea Utara dinyatakan tidak patuh dalam menjalankan program pengujian efektif anti doping. Akibatnya Indonesia, Korea Utara, dan Thailand tidak bisa menjadi tuan rumah kompetisi olahraga di tingkat regional, benua, maupun dunia, selama masa penangguhan.
Pebulutangkis Denmark Penyelamat Ginting Ragu Indonesia Melaju Mulus di Piala Thomas
Perwakilan dari ketiga negara juga tidak bisa duduk sebagai anggota dewan di komite sampai statusnya dipulihkan. Namun demikian atlet dari tiga negara tersebut masih diizinkan mengikuti kompetisi di kejuaraan regional, benua maupun internasional. Tetapi, bendera nasional dari ketiga negara tersebut tidak boleh dikibarkan selain di ajang Olimpiade.
Editor: Ibnu Hariyanto