Ini Alasan Quartararo Bertahan di Yamaha meski Banjir Tawaran Menggiurkan
TOKYO, iNews.id - Fabio Quartararo mengungkapkan alasan bertahan di Yamaha hingga 2026. Padahal banyak tim yang menawarkannya kerja sama.
Hal tersebut diungkapkan sang agen, Tom Maubant. Dia menjelaskan Aprilia terang-terangan tertarik pada Quartararo. Namun nyatanya, tidak hanya tim pabrikan asal Noale, Italia itu saja yang ingin memakai jasa kliennya.
Melainkan banyak tawaran yang datang dari tim pabrikan lain untuk merekrut Quartararo. Tapi kampiun MotoGP 2021 itu memantapkan hatinya untuk bertahan di Yamaha sebagai bentuk loyalitasnya kendati sadar sedang kondisi terseok-seok.
“Sekarang saya bisa memberitahu Anda. Tidak apa-apa. Saya mendapat tawaran dari kurang lebih semua orang. Pada akhirnya, Fabio tahu sejak awal dia ingin terus bersama Yamaha. Apa yang kami lihat pada tes di Sepang, peningkatannya,” kata Maubant, dilansir Crash, Minggu (19/5/2024).
“Pilihannya mudah. (Yamaha) menunjukkan minat yang besar untuk mempertahankannya, untuk mengamankannya di tim. Dia tidak akan melupakan ini,” sambungnya.
Quartararo turut mengonfirmasi dirinya dapat banyak tawaran dari tim pabrikan lain. Hanya saja, pembalap asal Prancis ini sudah jatuh cinta dengan Yamaha dan tidak ingin meninggalkan tim kesayangannya itu di masa-masa sulit seperti sekarang.
“Tentu saja saya harus melihat semua pabrikannya. Saya mendapat tawaran yang sangat bagus dari pabrikan lain. Tapi, cara (Yamaha) berinvestasi dalam proyek ini. Mereka memberi saya kesempatan untuk menjadi pembalap MotoGP,” ungkap Quartararo.
Perpanjangan kontraknya itu sekaligus membuat Quartararo menjadi pembalap dengan bayaran tertinggi diantara rider lain. Namun Maubant menjelaskan, keputusan kliennya memilih bertahan di Yamaha bukan semata karena uang.
“Kami adalah orang-orang seperti ini. Kami tidak akan pernah melupakan apa yang Anda lakukan untuk kami di masa lalu. Kami tahu Yamaha adalah salah satu otak terbesar di dunia sepeda motor,” ujarnya.
“Kami tahu orang-orang di tim banyak memberikan tekanan. Kami tahu mereka pasti akan kembali cepat atau lambat. Yamaha adalah keluarga kami. Bahkan di saat-saat buruk kami menikmatinya karena kami mencintai semua orang di sana,” ucapnya.
Editor: Reynaldi Hermawan