Ini Pebulutangkis Indonesia Peraih Medali Emas Olimpiade

Reynaldi Hermawan ยท Rabu, 04 November 2020 - 15:52:00 WIB
Ini Pebulutangkis Indonesia Peraih Medali Emas Olimpiade
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat menerima medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016. (Foto-Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berencana menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Hal tersebut disampaikan dalam rapat virtual di Istana Merdeka, Rabu (4/11/2020).

Tentu hal ini menjadi sesuatu yang membanggakan bagi masyarakat dan insan olahraga Indonesia. Bulutangkis selalu menjadi cabang olahraga yang diandalkan untuk mendulang emas di Olimpiade.

Sejauh ini sudah ada 11 atlet yang pernah mengumandangkan Indonesia Raya pada multiajang paling akbar di muka bumi itu. Siapa saja mereka? Ini ulasan selengkapnya seperti yang sudah dirangkum tim iNews.id: 

1. Susi Susanti – Olimpiade Barcelona 1992 (tunggal putri)

Susi Susanti (Olimpiade 1992)

Pada 5 Agutus 1992, air mata wanita asal Tasikamalaya itu jatuh ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dia terharu bisa menjadi atlet pertama yang membawa negaranya meraih medali emas pada ajang sekelas Olimpiade.

Prestasi apik itu didapatkannya setelah mengalahkan rivalnya yakni pebulu tangkis asal Korea Selatan Bang Soo-hyun setelah melalui pertarungan sengit selama tiga game 5-11, 11-5 dan 11-3.

2. Alan Budikusuma – Olimpiade Barcelona 1992 (tunggal putra)

Alan Budikusuma (Olimpiade 1992)

Masih di ajang yang sama, tunggal putra juga berhasil membawa pulang medali emas ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kali ini pacar Susi (kini sudah menikah) yang menjadi aktornya.

Alan berhasil menjadi juara setelah memenangi Derbi Indonesia di laga pamungkas melawan Ardy Wiranata. Dia kala itu menang dua game langsung 15-12 dan 18-13.

3. Ricky Subagja/Rexy Maniaky– Olimpiade Atlanta 1996 (ganda putra)

Ricky Subagja/Rexy Maniaky– Olimpiade Atlanta 1996 (ganda putra)

Ricky dan Rexy menjadi pasangan ganda putra pertama yang mampu meraih medali emas Olimpiade untuk Indonesia.

Dari putaran pertama hingga semifinal, Ricky/Rexy tak mendapat kesulitan berarti. Perlawanan sengit baru didapatkan ketika sampai di final dan melawan duo Malaysia Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock. Meski demikian mereka menang tiga game 5-15, 15-13 dan 15-12.

4. Tony Gunawan/Candra Wijaya – Olimpiade Sydney 2000 (ganda putra)

Tony Gunawan/Candra Wijaya – Olimpiade Sydney 2000 (Foto: AFP)

Tradisi memboyong medali emas diteruskan ganda putra empat tahun kemudian. Ricky/Rexy tersingkir di perempat final. Tapi Indonesia masih memiliki Tony/Candra.

Di final mereka mengalahkan pasangan Korea Selatan Lee Dong-soo/Yoo Yong-sung lewat rubber game 15-10, 9-15 dan 15-7.

5. Taufik Hidayat – Olimpiade Athena 2004 (tunggal putra)

Taufik Hidayat – Olimpiade Athena 2004 (Foto: AFP)

Taufik mendapat medali emas Olimpiade untuk pertama dan terakhir kalinya sepanjang karier. Di laga pamungkas, menantu Agum Gumelar itu mengalahkan wakil Korea Selatan Shon Seung-mo 15-8 dan 15-7.

Di tahun dan ajang yang sama, tunggal putra juga berhasil menyabet perunggu setelah Sony Dwi Kuncoro mengalahkan wakil Thailand Boonsak Ponsana 15-11 dan 17-16.

6. Hendra Setiawan/Markis Kido – Olimpiade Beijing 2008 (tunggal putra)

Hendra Setiawan/Markis Kido – Olimpiade Beijing 2008 (AFP)

Sektor ganda putra kembali mengharumkan nama Indonesia. Kali ini Hendra/Kido yang melakukannya.

Di partai final mereka mendapat lawan sulit yakni duo China Fu Haifeng/Cai Yun. Tapi Hendra/Kido berhasil mengalahkannya lewat pertarungan tiga game 12-21, 21-11 dan 21-16.

7. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir – Olimpiade Rio de Janeiro 2016 (ganda campuran)

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir – Olimpiade Rio de Janeiro 2016 (AFP)

Di Olimpiade London 2012, tradisi mendulang emas cabor bulu tangkis sempat terhenti. Namun empat tahun kemudian Indonesia kembali berhasil mengukir prestasi di Brasil.

Pasangan Owi/Butet menjadi ganda campuran Indonesia pertama yang meraih medali emas Olimpiade usai mengalahkan duo Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying lewat straight game 21-14 dan 21-12.

Editor : Abdul Haris