Ini Profil Pelatih Baru Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi
JAKARTA, iNews.id – Kensuke Takahashi resmi ditunjuk Federasi Futsal Indonesia (FFI) sebagai pelatih tim nasional futsal Indonesia. Kesepakatan kerjasama itu telah diukir dalam sebuah kontrak yang dibuatnya bersama ketua FFI, Hary Tanoesodibjo di MNC Tower, Senin (2/4/2018) sore. Nantinya pria berdarah Jepang itu akan menukangi tim futsal Indonesia putra, putri, dan juga usia 20.
Juru taktik berpaspor Jepang itu memulai kariernya di dunia futsal saat kuliah di Universitas Juntendo. Kala itu, Kensuke menjadi salah satu pemain utama di tim futsal kampusnya yakni Gazil Juntendo.
Tak hanya itu, arsitek berusia 35 tahun itu juga pernah memperkuat tim amatir Divertido Asahikawa. Berkat performa apiknya, dia akhirnya dilirik pelatih timnas futsal Jepang dan masuk ke dalam skuat pada 2003.
Kepiawaiannya mengolah si kulit bundar, membuat Kensuke dipercaya sang pelatih untuk memperkuat Negeri Matahari Terbit pada Piala Dunia Futsal 2004 di Taiwan. Sayang, pada kesempatan itu Jepang harus tersingkir prematur di fase grup. Kemudian pada Piala Dunia 2012 di Thailand, dia hanya berhasil membawa negaranya hingga babak 16 Besar.
Dia sebenarnya juga berkesempatan untuk membela negaranya pada Piala Dunia 2008 di Brasil. Namun akibat cedera yang dideritanya, Kensuke harus dipulangkan ke Jepang sebelun turnamen tersebut bergulir. Total, dia telah melakoni 60 laga di level negara sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada 2015.
Sedangkan di level klub, dia memulai kariernya di tim profesional yakni Predator FC yang kini berganti nama menjadi Bardral Urayasu pada 2004. Empat tahun kemudian, pria kelahiran Hokkaido itu memutuskan untuk mencari nafkah di Spanyol dan bergabung dengan klub peserta Liga Futsal Spanyol devisi teratas yakni Caja Segovia.
Kepindahannya ke klub tersebut juga sekaligus mengukir tinta emas sebagai pemain pertama Jepang yang berlaga di kompetisi futsal profesional Spanyol. Menjalani karier selama dua tahun di Segovia, Kensuke melabuhkan karier ke tim Negeri Matador lainnya yakni Guadalajar.
Tanpa prestasi di dua tim Spanyol itu, Kensuke memutuskan mudik ke Jepang dan kembali bergabung bersama Bardral pada 2011 hingga akhirnya memtuskan gantung sepatu empat tahun kemudian.
Berkat kedekatannya dengan pihak klub, pria berpostur 173 cm itu akhirnya masuk ke dalam tim kepelatihan Bardral dan diangkat sebagai pelatih kepala pada 2017. Kensuke berhasil membawa Bardral menduduki peringkat empat All Japan Championship pada awal tahun ini.
Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, Kensuke kini mencoba peruntungan di Tanah Air. Namun dirinya mengaku tak buta dengan kekuatan tim futsal di Indonesia. Sebab dia pernah memberikan pelatihan singkat kepada tim Vamos dan Mataram FC di Lombok pada akhir 2016 silam.
Kegiatan itu dilaksanakan sebagai bentuk kerjasama antara Bardral dengan kedua tim tersebut. Kensuke pun mengungkapkan rasa kagumnya terhadap potensi yang dimiliki para pemain futsal di Indonesia.
“Ya, ketika melihat Mataram FC bermain saya melihat kualitas yang luar biasa. Tapi saya yakin, kemampuan mereka (pemain Indonesia) masih bisa ditingkatkan lagi,” ujar Kensuke.
Saat ini yang menjadi target terdekat Kensuke untuk timnas futsal Indonesia yakni membawa timnas putri Indonesia ke final Piala AFC yang akan dihelat di Bangkok, Thailand pada 2 hingga 12 Mei mendatang.
Editor: Abdul Haris