Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BWF Uji Aturan Baru 25 Detik, Indonesia Masters 2026 Jadi Ajang Percobaan
Advertisement . Scroll to see content

Insiden Hawk Eye Laga Kevin/Marcus Vs Duo Malaysia Jadi Perbincangan Pemain-Pemain Top Dunia

Sabtu, 20 November 2021 - 21:17:00 WIB
Insiden Hawk Eye Laga Kevin/Marcus Vs Duo Malaysia Jadi Perbincangan Pemain-Pemain Top Dunia
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dicurangi hawk eye di semifinal Indonesia Masters 2021, Sabtu (20/11/2021). (foto: Humas PBSI).
Advertisement . Scroll to see content

NUSA DUA, iNews.id - Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dirugikan hawk eye saat melawan duo Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi di semifinal Indonesia Masters 2021, Sabtu (20/11/2021). Para pebulu tangkis top dunia pun ikut bereaksi dan mengajukan protes kepada BWF.

Kevin/Marcus dibuat bingung dengan keputusan hawk eye saat meladeni Ong/Teo. Terjadi menjelang akhir gim pertama, Ong/Teo saat itu sedang memimpin 20-18.

Servis yang dilancarkan pemain Malaysia tersebut terlihat tak sampai area permainan dan tampak jelas dalam cuplikan ulang. Challenge pun dilakukan Ong/Teo.

Namun, berbeda dengan tayangan ulang, hawk eye malah menampilkan kok yang masuk ke area Kevin/Marcus. Hasil tersebut membuat pasangan berjulukan Minions itu merelakan kehilangan set pertama.

Kevin/Marcus pada akhirnya memang menang melawan Ong/Teo, meski merasa aneh dengan keputusan hawk eye. Menurut Kevin, dia yakin 1.000 persen kok belum masuk ke area permainan.

Rupanya keputusan hawk eye menjadi sorotan pebulu tangkis top dunia. Ganda putra Denmark, Anders Rasmussen contohnya yang sampai mencak-mencak di Instagram dengan menampilkan tayangan blunder hawk eye tersebut.

"Apa-apaan @bwf.official??? Itu set poin? Bagaimana bisa kami mempercayai hawk eye lagi kalau begitu?" kata Rasmussen yang me-mention akun BWF.

Di kolom komentar Rasmussen, para pebulu tangkis top lain juga berkomentar.

"Bukan yang pertama kali. Hawkeye salah," kata pemain asal Prancis, Christo Popov.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Anders Skaarup Rasmussen (@anders_skaarup_rasmussen)

"Saya pikir mereka harus mengganti jadi eagle eye," jelas pebulu tangkis Malaysia, Goh V Shem.

Sementara itu, tunggal putra Denmark yang maju ke final Indonesia Masters 2021, Anders Antonsen juga bereaksi lewat Instastory-nya. Dia merasa terheran-heran dengan kejadian hawk eye yang dirasakan Kevin/Marcus.

"Apa yang terjadi di sini?" kata Antonsen yang di final Indonesia Masters 2021 nanti akan menantang Kento Momota.

Lalu juga ada rekan senegara Antonsen, Hans-Kristian Vittinghus yang ikut buka suara. Menurutnya dia jadi sulit percaya dengan hawk eye atas kejadian itu.

"Hawkeye bilang yang ini masuk di saat gim poin jujur aja ini mengejutkan! Tidak mudah percaya dengan sistem ini lagi, tapi jujur, saya rasa banyak di antara kami percaya 100 persen. Sata selalu minta challenge jika itu poin penting dan benar-benar jatuh dekat garis," kata Vittinghus lewat Twitter-nya.

Mantan pebulu tangkis Denmark yang kini menjadi komentator, Jim Laugesen bahkan ikut bereaksi. Menurutnya, Kevin/Marcus dicurangi hawk eye di saat-saat penting.

"Yang terhormat @bwf.official. Tolong lakukan diskusi panjaaaang dengan orang yang ada di hawk eye. Ini hasil yang dikeluarkan pada set poin. @kevin_sanjaya dan @marcusfernaldig dicurangi besar-besaran," ucap Laugesen lewat takarir postingan Instagram-nya.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jim Laugesen (@thelauge)

Sampai saat artikel ini dibuat BWF belum memberikan klarifikasi lebih lanjut soal insiden hawk eye tersebut.

Adapaun meski dicurangi hawk eye, Kevin/Marcus sanggup melenggang ke final Indonesia Masters 2021. Mereka akan berhadapan dengan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Editor: Dimas Wahyu Indrajaya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut