Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025: Daiki Hashimoto Kembali Jadi Raja All Around
Advertisement . Scroll to see content

IOC Murka! Indonesia Diblokir dari Agenda Olimpiade karena Tolak Atlet Israel

Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:59:00 WIB
IOC Murka! Indonesia Diblokir dari Agenda Olimpiade karena Tolak Atlet Israel
Dunia olahraga internasional tengah diguncang keputusan besar dari Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (EB IOC). (Foto: iNews/Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Dunia olahraga internasional tengah diguncang keputusan besar dari Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (EB IOC). Badan tertinggi olahraga dunia itu resmi menghentikan seluruh dialog dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) setelah pemerintah Indonesia menolak kedatangan atlet senam Israel di ajang Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.

Keputusan ini dinilai sebagai langkah tegas IOC terhadap tindakan yang dianggap melanggar prinsip universal olahraga dan semangat Olimpiade.

Latar Belakang: Indonesia Tolak Atlet Israel

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyatakan penolakan terhadap kehadiran atlet Israel yang dijadwalkan tampil pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta, 19–25 Oktober 2025.

Penolakan tersebut didasarkan pada kebijakan luar negeri dan sikap politik Indonesia terhadap Israel, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Federasi Senam Israel (IGF) menyesalkan keputusan itu dan sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, banding tersebut ditolak, sehingga atlet Israel dipastikan batal datang ke Indonesia.

IOC Anggap Indonesia Langgar Hak Atlet

Menanggapi situasi tersebut, EB IOC menggelar rapat daring darurat. Dalam pertemuan itu, IOC menilai bahwa tindakan Indonesia telah merampas hak atlet untuk berkompetisi secara adil dan damai di panggung internasional.

“Tindakan-tindakan ini merampas hak atlet untuk berkompetisi secara damai dan mencegah Gerakan Olimpiade menunjukkan kekuatan olahraga,” tulis pernyataan EB IOC dalam situs resminya, dikutip Kamis (23/10/2025).

Dari hasil rapat itu, IOC kemudian mengeluarkan empat keputusan penting yang berdampak langsung pada posisi Indonesia di dunia olahraga internasional.

1. IOC Hentikan Seluruh Dialog dengan Indonesia

Poin pertama dari keputusan EB IOC adalah penghentian total dialog dengan NOC Indonesia terkait peluang menjadi tuan rumah Olimpiade, Olimpiade Remaja, atau konferensi olahraga internasional apa pun.

“Untuk mengakhiri segala bentuk dialog dengan NOC Indonesia tentang penyelenggaraan Olimpiade, Olimpiade Remaja, ajang Olimpiade atau konferensi di masa mendatang hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai kepada IOC bahwa mereka akan mengizinkan akses ke negara tersebut bagi semua peserta, terlepas dari kewarganegaraannya,” tulis IOC.

Langkah ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Indonesia yang sebelumnya berminat menjadi tuan rumah Olimpiade di masa depan.

2. IOC Larang Negara Lain Gelar Ajang Internasional di Indonesia

Dalam keputusan kedua, IOC memperingatkan seluruh federasi olahraga dunia agar tidak menggelar kejuaraan internasional di Indonesia hingga pemerintah memberikan jaminan akses tanpa diskriminasi bagi semua atlet.

“Merekomendasikan kepada semua Federasi Internasional untuk tidak menyelenggarakan acara atau pertemuan olahraga internasional apa pun di Indonesia sampai pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai kepada Federasi Internasional bahwa mereka akan mengizinkan akses ke negara tersebut bagi semua peserta, apa pun kewarganegaraannya,” tegas IOC.

3. Revisi Prinsip Kualifikasi Olimpiade Dunia

Keputusan ketiga berfokus pada perubahan kebijakan internasional. IOC meminta seluruh federasi olahraga memasukkan klausul akses bebas bagi semua atlet dalam perjanjian tuan rumah setiap ajang kualifikasi Olimpiade.

“Untuk mengadaptasi Prinsip Kualifikasi untuk Olimpiade, meminta Federasi Internasional untuk memasukkan jaminan akses ke negara masing-masing bagi semua atlet dalam perjanjian tuan rumah mereka,” tulis EB IOC.

4. IOC Undang NOC Indonesia dan FIG ke Lausanne

Dalam keputusan keempat, IOC memanggil NOC Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk hadir ke markas IOC di Lausanne, Swiss.

Pertemuan ini akan membahas kelanjutan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 dan posisi Indonesia dalam penyelenggaraan olahraga internasional.

“Meminta NOC Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk datang ke markas IOC di Lausanne guna membahas situasi yang terjadi menjelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke-53,” tulis EB IOC.
 
IOC: Peringatan Keras untuk Semua Negara

EB IOC menegaskan bahwa keempat keputusan ini tidak hanya ditujukan untuk Indonesia, tetapi juga menjadi peringatan bagi negara lain agar tidak menghalangi kehadiran atlet dari negara mana pun.

“EB IOC memanfaatkan kesempatan itu untuk mengingatkan semua pemangku kepentingan Gerakan Olimpiade tentang pentingnya akses bebas dan tanpa hambatan ke negara masing-masing bagi semua peserta untuk menghadiri kompetisi internasional tanpa batasan,” tutup pernyataan resmi IOC.
 
Dampak bagi Indonesia

Keputusan ini berpotensi menghambat peluang Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia dan dapat memengaruhi reputasi internasional di mata IOC.

Selain itu, larangan bagi federasi internasional menyelenggarakan turnamen di Indonesia bisa berdampak pada pariwisata olahraga dan agenda internasional yang sudah dijadwalkan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut