Jagoan Yamaha Franco Morbidelli Ungkap Indonesia dalam 3 Kata, Tak Lupa Sebut Lato-Lato
JAKARTA, iNews.id - Duo pembalap andalan Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli mengungkapkan tiga kata tentang Indonesia. Menariknya, salah satu dari mereka menyebut permainan khas Tanah Air yang sedang viral yakni Lato-Lato.
Seperti diketahui, Monster Energy Yamaha telah meluncurkan tim balap dan motornya untuk mengarungi MotoGP musim 2023. Peluncuran tersebut berlangsung di Jakarta pada Selasa (17/1/2023).
Pada peluncuran pabrikan Jepang itu dihadiri Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli yang menjadi model dala m memamerkan motor Yamaha YZR-M1 2023. Yamaha sendiri menjadi tim pertama yang melakukan peluncuran atau launching pada MotoGP musim ini.
Menariknya, El Diablo -julukan Fabio Quartararo- dan Franco Morbidelli mengungkapkan tiga kata tentang Indonesia. Quartararo kemudian mengatakan Indonesia identik dengan macet dan panas. Selain itu, rider asal Prancis tersebut mengaku makanan khas Tanah Air pedas-pedas.
Begini Penampakan Motor Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli di MotoGP 2023
"Saya pikir (Indonesia) macet, pedas, dan panas," ungkap Quartararo ketika ditanya 3 hal tentang Indonesia kepada awak media termasuk iNews.id di Jakarta, Selasa (17/1/2023).
Tim Milik Rossi Mooney VR46 Tak Pakai Motor Ducati Terbaru di MotoGP 2023, Ini Alasannya
Kemudian rekan setim Quartararo, Morbidelli juga menggambarkan tiga hal tentang Indonesia. Rider berusia 28 tahun itu mengaku Indonesia penuh ragam baik dari budaya dan lainnya. Bahkan, dia menyebut permainan Lato-Lato yang sedang viral di Tanah Air.
"Saya lihat (Indonesia) penuh warna, itu benar. Penuh warna, Lato-Lato, dan menyenangkan," cetus Morbidelli yang kemudian ditertawakan oleh awak media.
Infografis Fabio Quartararo Bakal Dimanjakan Yamaha di MotoGP 2023
Sebatas informasi, kedatangan Quartararo dan Morbidelli ke Indonesia langsung menyita perhatian penggemar MotoGP. Terlebih, saat Morbidelli tertangkap kamera sedang memainkan Lato-Lato sehingga membuat netizen Indonesia terkagum-kagum.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya