Janice Tjen Tersingkir di Charleston Open 2026, Tren Negatif Berlanjut
CHARLESTON, iNews.id - Janice Tjen gagal bangkit setelah tersingkir di babak kedua WTA 500 Charleston Open 2026. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif yang sedang dialami petenis Indonesia tersebut di sejumlah turnamen besar musim ini. Dia belum mampu menunjukkan performa konsisten di level WTA.
Pada pertandingan yang berlangsung di Family Circle Tennis Center, Rabu (1/4/2026) malam WIB, dia kalah telak dari wakil tuan rumah McCartney Kessler dengan skor 2-6, 1-6. Hasil ini menegaskan dominasi lawan sepanjang pertandingan.
Sebelumnya, Janice juga gagal melangkah jauh di beberapa turnamen penting. Dia tersingkir lebih awal di WTA 500 Merida, WTA 1000 Indian Wells, dan WTA 1000 Miami. Rangkaian hasil ini menunjukkan performanya belum stabil.
Pertandingan sempat berlangsung ketat di awal set pertama. Kedua pemain saling mematahkan servis pada dua gim awal. Namun, situasi berubah saat Janice mulai tertinggal jauh 1-4.
Janice Tjen Berburu Kebangkitan di Miami Open 2026, Hadapi Mantan Top 20 WTA
Dia sempat menambah satu gim untuk memperkecil ketertinggalan. Meski begitu, Kessler mampu menjaga ritme permainan dan menutup set pertama dengan kemenangan meyakinkan.
Memasuki set kedua, kondisi Janice belum membaik. Dia gagal memanfaatkan dua peluang break point di gim pembuka, lalu langsung tertinggal 0-2.
Kesalahan demi kesalahan membuat dia kesulitan mengembangkan permainan. Janice hanya mampu merebut satu gim sebelum Kessler memastikan kemenangan dengan dominasi penuh.
Janice Tjen Siap Tampil di Indian Wells 2026, Tak Pasang Target Khusus
Hasil kurang memuaskan tidak hanya terjadi di nomor tunggal. Janice juga gagal melangkah jauh di nomor ganda.
Berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, mereka harus mengakui keunggulan unggulan teratas Aleksandra Krunic/Zhang Shuai. Pasangan Indonesia itu kalah dengan skor 6-7, 5-7 dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Janice Tjen Sempurna! Lolos Semifinal Merida Open 2026, Rekor 100 Persen di Perempat Final
Kekalahan di dua nomor ini mempertegas tantangan berat yang sedang dihadapi Janice Tjen. Dia dituntut segera menemukan kembali performa terbaik agar bisa bersaing di level tertinggi.
Editor: Abdul Haris