Jelang Asian Games 2026, 268 Atlet Berkuda Berebut Panggung di Mandiri Merdeka Master
BEKASI, iNews.id – Mandiri Merdeka Master 2026 menjadi salah satu panggung penting untuk mencari dan menempa bibit atlet berkuda Indonesia menjelang Asian Games 2026.
Turnamen yang digelar Hub Indonesia bersama Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) tersebut berlangsung di Jl. Alternatif Cibubur No.81 B RT.002/RW.009, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 6–16 Agustus 2026.
Mandiri Merdeka Master 2026 menghadirkan dua kategori utama, yakni show jumping dan dressage. Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat regenerasi atlet berkuda Indonesia.
Show Director Jupri Mardi mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah untuk mencari atlet potensial sekaligus menyiapkan generasi penerus. Upaya tersebut dinilai penting karena sejumlah atlet sedang dipersiapkan untuk tampil di Asian Games 2026.
“Jadi atlet bisa lebih percaya diri untuk bisa bersaing. Kalau di SEA Games, kita sudah kompetitif. Nanti tergantung federasi, mereka percaya diri gak menurunkan atlet-atlet muda di ajang internasional,” katanya Jupri Mardi dalam keterangannya.
Menurut Jupri, semakin banyak atlet potensial yang muncul, semakin besar pula pilihan bagi federasi dalam menyiapkan kekuatan Indonesia untuk berbagai kompetisi internasional. Turnamen ini pun menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang.
Rangkaian Mandiri Merdeka Master 2026 dimulai melalui kompetisi show jumping pada 6–9 Agustus 2026. Setelah itu, persaingan berlanjut melalui nomor dressage pada 14–16 Agustus 2026.
Nomor show jumping diikuti 268 atlet berkuda dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan bersaing dalam berbagai kelas dengan total sekitar 1.250 entries.
Sementara itu, kompetisi dressage diproyeksikan menghadirkan sekitar 400 entries. Jumlah tersebut memperlihatkan besarnya minat peserta terhadap ajang berkuda yang digelar di Bekasi tersebut.
Selain aspek prestasi, penyelenggara juga menaruh perhatian terhadap keselamatan atlet dan kesejahteraan kuda. Dokter hewan berkuda berlisensi FEI (Federation Equestre Internationale) di Indonesia, Ade Octaviani, menilai olahraga berkuda memiliki karakter berbeda dibandingkan cabang olahraga lainnya.
“Berkuda adalah olahraga dua. Kita tidak bisa memaksakan semuanya berjalan mulus. Untuk pertandingan segalanya yang menjadi prioritas adalah keselamatan atlet dan adaptasi standar kesejahteraan hewan (animal welfare)," katanya.
Ade menekankan aspek kesehatan kuda menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pertandingan. Pemeriksaan dan perhatian terhadap kondisi hewan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada hal-hal kecil yang dapat memengaruhi keselamatan selama kompetisi.
"Jadi secara kesehatannya semuanya diperhatikan benar sampai hal terkecil,” sambungnya.
Mandiri Merdeka Master 2026 juga menawarkan hadiah menarik bagi para peserta. Salah satu hadiah utama yang menjadi perhatian terdapat pada kelas Show Jumping 100 cm Open, dengan hadiah berupa satu unit mobil.
Dengan kombinasi kompetisi, pembinaan, dan pencarian talenta, Mandiri Merdeka Master 2026 menjadi kesempatan bagi atlet berkuda dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan. Ajang tersebut juga memberi ruang bagi munculnya nama-nama baru dalam olahraga berkuda nasional.
Bagi Indonesia, proses regenerasi menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan prestasi. Mandiri Merdeka Master 2026 pun diarahkan menjadi salah satu wadah untuk menyiapkan atlet potensial yang dapat memperkuat Indonesia di level internasional, termasuk menuju Asian Games 2026.
Editor: Reynaldi Hermawan