Joan Mir Blak-blakan Sebut Satu Kelemahan Terbesar Repsol Honda, Apa Itu?
SEPANG, iNews.id – Joan Mir blak-blakan menyebut kelemahan terbesar timnya di MotoGP. Hal yang dimaksudnya adalah aerodinamika.
Honda menjalani musim yang buruk di MotoGP 2023. Mereka berakhir di posisi buncit klasemen konstruktor dengan torehan satu kemenangan dan dua podium saja dari balapan utama.
Mir menjadi rider yang paling bawah di antara empat pembalap lain di Honda. Juara MotoGP 2020 itu hanya mampu mengoleksi 26 poin dan finis di peringkat 22 dengan catatan 24 kecelakaan.
Kendati demikian, selama masa persiapan musim baru, Mir melihat Honda jauh lebih berkomitmen untuk menjadi lebih baik dengan banyaknya suku cadang dan bagian-bagian lain yang dicoba dalam tes shakedown MotoGP 2024 di Malaysia pada 1-3 Februari kemarin.
Jadwal Lengkap Semifinal Piala Asia 2023: Yordania Vs Korsel, Iran Tantang Qatar
Dia pun menilai mulai ada perubahan dan peningkatan yang dirasakan dari performa motornya setelah tak mendapatkan inovasi apapun dalam beberapa tahun terakhir.
Hasil Real Madrid Vs Atletico: Kemenangan Los Blancos Dibuyarkan sang Mantan
Namun, pembalap asal Spanyol itu sadar tim berlogo sayap emas itu masih tertinggal jauh dari tim pabrikan lainnya. Untuk itu, Honda fokus meningkatkan performa mesin dan juga mengembangkan paket aerodinamika mereka.
“Ambisi kami memang ada, tapi mewujudkan ambisi itu adalah persoalan lain. Pabrik lain mempunyai pengalaman dan data dari beberapa tahun terakhir, yang saat ini kami kurang. Arah yang kami ambil sekarang dalam hal aerodinamis atau performa mesin adalah sesuatu yang telah dilakukan pabrikan lain selama tiga atau empat tahun,” kata Mir dilansir dari Speedweek, Senin (5/2/2024).
Hasil Inter Milan Vs Juventus: I Nerazzurri Menang Berkat Gol Bunuh Diri
Lebih lanjut, Mir membeberkan bahwa kelemahan terbesar motornya dibanding motor lain adalah paket aerodinamikanya. Pasalnya, Honda masih perlu belajar banyak soal itu, termasuk dirinya sendiri karena hal itu bukan sesuatu yang dikuasainya ketika masih berada di Suzuki Ecstar hingga akhir musim 2022.
“Paket aero kami masih cukup kecil dibandingkan dengan sepeda motor lain, namun masih mengalami peningkatan. Di sini kami masih harus belajar lebih banyak lagi, sebagai seorang driver saya juga belum banyak mengetahui bidang ini. Karena Suzuki juga bukan motor terbaik dari segi aerodinamis,” jelas rider berusia 26 tahun itu.
Hasil Lengkap Liga Inggris Semalam: Arsenal Hajar Liverpool, Man United Pesta Gol
Meski begitu, masih ada waktu bagi Honda untuk terus meningkatkan performa mereka. Selanjutnya, tes resmi MotoGP 2024 akan kembali digelar di Malaysia pada 6-8 Februari mendatang dan dilanjutkan dengan tes terakhir di Qatar pada 19-20 Februari. Setelah itu, barulah seri pembuka musim depan dimulai di Sirkuit Lusail pada 8-10 Maret.
Editor: Reynaldi Hermawan