Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jorge Martin Pede Tantang Marc Marquez di MotoGP 2026
Advertisement . Scroll to see content

Jorge Martin Jatuh usai Menang Sprint Race MotoGP AS 2026, Aksi Wheelie Berujung Petaka

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:00:00 WIB
Jorge Martin Jatuh usai Menang Sprint Race MotoGP AS 2026, Aksi Wheelie Berujung Petaka
Jorge Martin merajai sprint race MotoGP AS 2026 (Foto: GP One)
Advertisement . Scroll to see content

AUSTIN, iNews.id - Jorge Martin mencuri perhatian usai menang sprint race Grand Prix Amerika Serikat 2026. Tetapi selebrasi wheelie yang dia lakukan justru berakhir dengan kecelakaan tak terduga.

Kemenangan tersebut mengakhiri puasa kemenangan selama lebih dari 500 hari sejak musim juara 2024. Namun, momen manis itu berubah canggung saat dia terjatuh ketika kembali ke pit.

Insiden terjadi di lintasan lurus belakang Sirkuit Austin. Di depan ribuan penonton, Martin mengangkat roda depan motornya sebagai bentuk selebrasi. Saat roda kembali menyentuh aspal, dia kehilangan kendali dan terjatuh.

Pembalap berusia 28 tahun itu terlihat menyesali kejadian tersebut. Meski begitu, dia tidak mengalami cedera serius dan tetap bisa berjalan kembali ke paddock.

“It was full send,” kata Martin kepada media, termasuk Motorsport.com. “Dengan wheelie, saya tahu saya akan jatuh pada suatu titik.

“Saya wheelie di gigi dua, gigi tiga, saya lihat motornya tidak terangkat, jadi saya tidak bisa mengontrol bagian depan.

“Masuk gigi empat, dan begitu roda menyentuh tanah, saya langsung jatuh.

“Saya minta maaf kepada tim. Tapi hari ini mereka akan senang bekerja. Jadi tidak masalah.”

Strategi Brilian di Balik Kemenangan Dramatis
Kemenangan Martin di sprint race tidak datang dengan mudah. Dia hanya memulai balapan dari posisi ketujuh, tertinggal lebih dari setengah detik dari pole sitter Fabio Di Giannantonio.

Dia sempat naik ke posisi kedua di awal lomba, sebelum disalip rekan setimnya Marco Bezzecchi pada lap ketujuh. Peluang mengejar Francesco Bagnaia terlihat menipis.

Namun, keputusan menggunakan ban belakang medium terbukti krusial. Saat Bezzecchi terjatuh tiga lap sebelum finis, Martin memanfaatkan momentum untuk mendekati Bagnaia.

Dia akhirnya menyalip di Tikungan 12 dan mengunci kemenangan pertamanya setelah penantian panjang lebih dari 500 hari.

Musim 2025 menjadi periode sulit bagi Martin setelah pindah dari Pramac Ducati ke Aprilia. Cedera beruntun membuat performanya menurun drastis hingga harus bolak-balik rumah sakit.

“You cannot understand how deep I was last season, how disconnected from this world, from MotoGP, and I really didn't want to come back. And now I'm here.

“Saya sangat senang dan sangat berterima kasih kepada Aprilia. Mereka sangat membantu saya untuk kembali ke level saya. Jadi terima kasih banyak.”

Meski sudah kembali ke jalur kemenangan, kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih. Dia mengaku masih merasakan sakit setelah balapan.

“Secara fisik, kami bekerja cukup baik kemarin. Saya merasakan sakit di malam hari, tapi inflamasi mulai turun.

“Pagi ini saya merasa sangat baik. Sekarang saya merasakan cukup banyak sakit di tangan kiri saya.

“Saya pikir usahanya sangat besar. Saya mendorong di setiap lap sampai akhir. Saat saya melihat bisa menang, saya memberikan 110%.

“Sekarang kami masih punya banyak pekerjaan untuk menghilangkan inflamasi dan siap untuk besok.”

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut