Joshuaa, Bocah Turnamen Warkop yang Jadi Andalan Indonesia di M8 Mobile Legends
JAKARTA, iNews.id - Joshua Adonai Nathan Kurniawan atau Joshuaa menjadi salah satu sorotan esports Indonesia setelah membawa Natus Vincere (NAVI) melangkah ke Grand Final MPL ID Season 18 sekaligus mengamankan tiket M8 World Championship. Menariknya, perjalanan jungler berusia 16 tahun tersebut bermula dari turnamen Mobile Legends antarkampung yang digelar di warung kopi (warkop).
Joshua memastikan langkah NAVI ke partai puncak setelah mengalahkan Team Liquid ID dalam pertandingan final upper bracket MPL ID Season 18 di Jatim Expo, Jumat (6/11/2026) malam. Keberhasilan tersebut sekaligus membuka jalan bagi NAVI untuk tampil di kejuaraan dunia Mobile Legends yang akan berlangsung di Turki.
Bukan hanya lolos ke turnamen internasional, Joshuaa juga langsung memasang target tinggi. Dia bahkan memberikan peringatan kepada para pesaing NAVI di M8 World Championship dengan keyakinan mampu membawa timnya menjadi juara.
"M8 World Championships in Turkey, hati-hati saja, NAVI bakal juara," kata Joshuaa.
Kepercayaan diri pemain muda tersebut menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, Indonesia sudah tujuh tahun tidak berhasil merebut gelar juara dunia M Series, kompetisi tertinggi Mobile Legends yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara.
Target Joshuaa tentu tidak ringan. Namun, perjalanan panjangnya di dunia Mobile Legends menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan internasional. Dia sudah mengenal permainan tersebut sejak berusia enam tahun dan mulai menekuni kompetisi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Sepuluh tahun lalu, Joshuaa mulai mengikuti berbagai turnamen offline Mobile Legends yang biasa diselenggarakan di warung kopi. Meski usianya masih sangat muda, dia sudah terbiasa menghadapi pertandingan kompetitif, bahkan hingga larut malam.

Orang tua Joshuaa tidak terlalu khawatir ketika anaknya mengikuti turnamen warkop sampai pukul 01.00 dini hari. Sebab, dia biasanya pergi bersama sang kakak sehingga tetap mendapatkan pendampingan selama mengikuti kompetisi.
Namun, perjalanan Joshuaa tidak selalu berjalan mulus. Dia pernah mengalami hukuman larangan bertanding atau banned dalam sebuah turnamen offline. Setelah kembali mengikuti kompetisi, dia mulai meningkatkan kemampuannya dengan tampil di turnamen Mobile Legends tier 3 bersama sang kakak.
Usahanya mulai membuahkan hasil. Joshuaa bahkan pernah membawa timnya meraih peringkat ketiga dalam salah satu turnamen tier 3. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari prosesnya sebelum memasuki persaingan esports profesional.
Menariknya, posisi jungler yang kini menjadi spesialisasinya bukanlah peran yang sejak awal dia incar. Joshuaa justru mendapatkan kesempatan bermain di posisi tersebut karena jungler utama timnya berhalangan hadir dalam sebuah pertandingan.
Dia kemudian dipercaya menggantikan pemain yang absen tersebut. Hasilnya di luar dugaan, penampilan Joshuaa justru lebih baik ketika bermain sebagai jungler. Sejak saat itu, dia mulai menekuni posisi tersebut hingga berkembang menjadi salah satu pemain muda yang diperhitungkan.
Kesempatan menembus kompetisi profesional juga tidak langsung datang. Joshuaa sempat gagal tampil di MPL ID Season 17 karena terbentur persyaratan usia yang belum mencukupi.
Namun, dia tidak berhenti mengejar kesempatan. Setelah menunggu dan terus mengembangkan kemampuan, Joshuaa akhirnya kembali mengikuti open trial pada musim ini.
"Baru season ini lagi, ikut open trial, sekarang season ini baru kesampaian," kata Joshuaa.
Kesempatan tersebut datang melalui NAVI yang memberikan ruang bagi Joshuaa untuk berkembang. Kepercayaan tim akhirnya dibayar dengan performa positif hingga berhasil membawa NAVI mencapai Grand Final MPL ID Season 18 dan mengamankan tiket M8 World Championship.
Performa Joshuaa selama memperkuat NAVI juga mendapatkan perhatian dari sejumlah pengamat esports. Caster MPL ID, Pak Pulung, memberikan pujian terhadap kemampuan jungler muda tersebut.
"Joshua, jungler muda yang berbahaya dan pergerakan sulit dibaca," puji Pak Pulung.
Penilaian positif juga datang dari Xepher, pelatih Alter Ego. Dia melihat Joshuaa memiliki kemampuan mekanik dan pemahaman team fight yang mengingatkannya kepada Dolynn.
"Yang aku lihat Joshua ini mirip Dolynn, ketika masuk, menang-menang terus. Mekaniknya bener-bener ada, pengertian cara team fight juga ada" kata Xepher.
Pujian tersebut memperlihatkan Joshuaa mulai mendapatkan pengakuan dari lingkungan kompetitif Mobile Legends Indonesia. Meski baru berusia 16 tahun, dia mampu menunjukkan kemampuan yang membuat pemain maupun pelatih lawan memberikan perhatian khusus.
Kini, tantangan yang lebih besar sudah menanti Joshuaa bersama NAVI. M8 World Championship di Turki akan menjadi panggung internasional penting bagi jungler muda tersebut untuk membuktikan kualitasnya menghadapi tim-tim terbaik dunia.
Perjalanan dari turnamen warkop hingga kompetisi profesional menjadi bukti panjang proses yang telah dilewati Joshuaa. Dia pernah mengalami hukuman dalam turnamen offline, gagal menembus MPL karena usia, hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan NAVI.
Target berikutnya jelas tidak mudah. Joshuaa ingin membawa NAVI menjadi juara M8 World Championship sekaligus membantu Indonesia mengakhiri penantian tujuh tahun tanpa gelar M Series. Kini, pembuktian di panggung dunia menjadi kesempatan berikutnya bagi pemain berusia 16 tahun tersebut untuk menjawab keraguan terhadap kemampuannya.
Editor: Reynaldi Hermawan